Optimalkan Ibadah Ramadan dengan Prokes Ketat

  • Whatsapp
FOTO: IST
MERESMIKAN. Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar bersama Kepala Perwakilan BI Sulawesi Barat, Budi Sudaryono pada peresmian masjid digital dan pasar non tunai Wonomulyo, Jumat 9 April 2021.

UMAT muslim kini dapat memaksimalkan ibadah Ramadan di masjid-masjid. Namun juga jangan lalai akan protokol kesehatan.

Demikian penekanan Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar saat meresmikan masjid digital dan melaunching pasar Wonomulyo sebagai pusat perekonomian non tunai, di Polman, Jumat 9 April 2021.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan bahwa di tengah pandemi korona saat ini, tingkat perekonomian mengalami kemunduran di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang tentunya merembes pada Sulawesi Barat .

“Diperlukan suatu solusi untuk menciptakan pemulihan perekonomian, salah satunya dengan adanya festival ekonomi dan keuangan digital yang dirangkaikan peresmian Masjid Wonomulyo sebagai masjid digital dan peresmian Pasar Wonomulyo sebagai pasar digital,” terang gubernur.

Ia juga menyampaikan kesyukuran provinsi ke-33 sudah lepas dari kategori daerah zona merah, dan sekarang berstatus zona hijau korona.

Karenanya, Sulbar merupakan salah satu daerah yang mulai menyelenggarakan sekolah tatap muka dan tentunya diikuti oleh berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya seperti ibadah dan kegiatan perekonomian

Namun kata gubernur, tetap harus memerhatikan protokol kesehatan. Dimulai dari menggunakan masker, mencuci tangan hingga bersih dan menjaga jarak serta tidak keluar rumah jika kondisi badan tidak fit.

“Kegiatan ibadah di bulan suci Ramadan sudah dapat dilaksanakan, namun tentunya kapasitas masjid yang sebelumnya dapat maksimal harus dilakukan pembatasan dengan memperhatikan jarak sesuai aturan pada protokol kesehatan. Yang sebelumnya kapasitas masjid menampung 100 saat ini hanya bisa dihadiri 50 orang saja,” sebut mantan Bupati Polman dua Periode.

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulbar, Budi Sudaryono menyampaikan, pihaknya telah menyelenggarakan Festifal Ekonomi Keuangan Digital, dimana sesuai perkembangan teknologi dan segala sesuatunya mengalami kemajuan termasuk sistem transaksi yang tidak hanya kepentingan bisnis dan ekonomi, juga kepentingan ibadah seperti bantuan-bantuan pembangunan rumah ibadah.

“Kita akan meresmikan penggunaan QRIS untuk melakukan donasi kepada rumah ibadah yang kita cintai ini. Saya mengucapkan selamat karena masjid ini sebagai masjid digital pertama di Sulawesi Barat, semoga kegiatan kita hari ini menjadi berkah,” tandasnya. (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *