Pembangunan Gedung Perkantoran Digenjot

  • Whatsapp
FOTO : IST
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar memperhatikan grand design proyek di sela-sela melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung perkantoran, di Kompleks Kantor Gubernur Sulbar, Jumat 23 April 2021.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS.CO.ID – Upaya menyelesaikan pembangunan mega proyek gedung perkantoran di kompleks kantor Gubernur Sulbar terus digenjot. Sembari menunggu rekonstruksi kantor gubernur akibat gempa diselesaikan.

Proyek tersebut dirancang empat lantai bakal menyerap APBD sebesar Rp39,3 miliar, dengan luas area 600 meter persegi. Posisi gedung berada di ketinggian 50 meter di atas permukaan laut.

Bacaan Lainnya

Gedung perkantoran bertujuan untuk mengakomodir sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih berada di satu gedung dengan OPD lainnya.

Ditarget 26 Desember 2021. Nantinya itu juga menjadi kantor Gubernur Sulbar untuk sementara waktu, sambil menunggu selesainya proyek rekonstruksi kantor Gubernur.

Ia mengatakan, soal ketinggian gedung itu sudah dikaji oleh tim akademisi serta konsultan proyek. Persoalan ketinggian gedung bukan menjadi faktor utama sehingga ambruknya sebuah bangunan, apalagi akibat guncangan gempa bumi. Tetapi karena pondasi yang tidak kokoh atau tanah yang mudah bergeser.

Itulah penyebab rubuhnya kantor Gubernur Sulbar saat diguncang gempa bumi 6,2 magnitudo 15 Januari lalu. Karenanya Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar berharap pihak kontraktor betul-betul memastikan bangunan gedung perkantoran tersebut betul-betul kokoh.

“Jadi jangan lagi baru satu kali gerak sudah runtuh. Bagaimana caranya bisa bertahan sampai ratusan tahun,” ucap Ali Baal, Jumat 23 April.

Ali Baal menambahkan, berkaitan dengan Sulbar masuk rawan gempa bumi, jika persoalan tinggi gedung menjadi faktor penyebab, maka tidak ada lagi gedung tinggi yang utuh di Jepang saat diguncang gempa 7,2 magnitudo belum lama ini.

“Ketika gedung tinggi, mungkin sudah tidak ada di Jepang. Jadi Ini diakibatkan tanahnya kurang padat, mungkin timbunan,” kata Ali.

Ditanya soal arahan Presiden terkait batasan gedung, Sekprov Sulbar Muhammad Idris pun meluruskan bahwa batasan ketinggian gedung bukan menjadi kesepakatan, tetapi lebih menekankan pada kontruksi yang kokoh. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *