Pemprov Apresiasi Sosialisasi Saber Pungli Majene

  • Whatsapp
Pemprov Apresiasi Sosialisasi Saber Pungli Majene
SAMBUTAN. Ketua Pelaksana UPP Saber pungli Sulbar Benny Benda menyampaikan sambutan pada sosialisasi Saber pungli, di ruang Pola Kantor Bupati Majene, akhir pekan.

MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Majene Suyuti Marzuki menyatakan, bahwa Kabupaten Majene selalu menjadi daerah lokus kegiatan baik berskala provinsi maupun skala Nasional.

Dengan begitu, kegiatan saber pungli yang dilaksanakan di Majene semakin menguatkan peran dan keinginan Mejene dalam imlementasi reformasi birokrasi khususnya akutanbilitas di Pemerintahan.

“Saat kegiatan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) kita sudah running organisasi berbasis kinerja demi mendukung prinsip akuntabilitas,” ungkap Suyuti pada Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saberpungli) bagi pelayan publik Kabupaten Majene, di ruang Pola Kantor Bupati Majene, akhir pekan.

Kepala Inspektorat Sulbar Mappeara yang mewakili Gubernur Sulbar mengapresiasi tim saber pungli Sulbar. “Kita berharap semua bekerja dengan prodesional, penuh tanggung jawab, bebas pungli dalam wibawa hukum,” harapnya.

Dijelaskan, melalui sosialisasi dikemas dengan tema UPP Sulbar. “Melalui Sosialisasi Saber Punglui ini, kita tingkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan publik pada instansi pemerintah dan mamasyarakat, tujuannya memberi pemahaman peserta terkait pungli, mencegah pungli dan memberikan solusi bagi peserta berkaitan dengan pungutan liar,” urainya.

Dikatakan, berbagai upaya dilakukan untuk mencegah dan memberikan efek jera pada setiap pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia. “Selain peran serta aparat dan lembaga hukum termasuk pula Tim Saberpungli.

Ketua Pelaksana Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Saber pungli Sulbar Benny Benda mengatakan, Kepres nomor 87 Tahun 2016 terkait pelaksanaan saber pungli telah berjalan empat tahun, masih ditemukan oknum aparatur pemerintahan terlibat pungli khususnya di sektor perizinan.

“Contohnya kejadian di Kabupaten Pasangkayu ditemukan oknum honorer melakukan pungli saat proses rekrutmen CPNS dan saat ini masih diproses,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi, Kabupaten Majene menjadi daerah pertama di Sulbar menggelar sosialisasi saber pungli sekaligus membuktikan Majene memiliki komitmen dalam upaya pencegahan pungli disetiap lini pelayanan publik. “Tim sarberpungli memiliki peran mencegah terjadinya korupsi, sekaligus menolong orang yang akan celaka karena memiliki fungsi konsultan dan pencegahan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, bahkan mengurangi pekerjaan dari Tipikor Kejaksaan dan Kepolisian. “Jika tim saber pungli bekerja profesional, Tipikot, Kejaksaan dan Kepolisian tidak lagi aktif maksimal karena sudah ada tim saber pungli menjalankan tugas baik sebagai konsultan dan pencegah,” jelasnya.

Hadir dalam sosialisasi, Kapolres Majene, Kajari Majene, Inspektur Inspektorat Kabupaten Majene, Tim Saberpungli Provinsi Sulbar serta peserta sosialisasi lainnya.(hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *