Pendataan Keluarga, Majene Kategori Terbaik se-Sulbar

  • Whatsapp
Pendataan Keluarga, Majene Kategori Terbaik se-Sulbar
Hj. Andi Ruskati Ali Baal

MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar menyatakan Kabupaten Majene masuk kategori terbaik se-Provinsi Sulbar pada pendataan keluarga.

“Bila data keluarga kita bagus, maka akan digunakan Pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan desa. Untuk Majene saat ini masuk kategori terbaik se-Sulbar pada pendataan keluarga yang sementara dilaksanakan,” terang Nuryamin Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar dalam Sosialisasi Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama Komisi IX DPR RI Andi Ruskati Ali Baal, di Aula Kantor Camat Banggae akhir pekan.

Nuryamin menjelaskan, data yang dilakukan akan menentukan progres masa depan masyarakat. “Data yang valid dan benar itu sangat dibutuhkan, sehingga para pendata yang digunakan adalah penduduk setempat yang tahu seluk beluk warganya,” ujarnya.

Ia kembali mengungkapkan, bahwa Kabupaten Majene menjadi terbaik pertama dalam pendataan keluarga. “Kondisi pendataan saat ini sudah mencapai 90 persen dan sementara dalam perampungan laporan untuk segera di upload dan dikirim ke Provinsi serta ke Pusat,” urainya.

Selanjutnya dalam hal penanganan stunting di Sulbar, akan turut serta dilibatkan TNI-Polri mulai dari desa sampai ke kabupaten. “Supaya para Ibu dan Anak akan selalu terjaga dalam hal peningkatan kesehatan bagi anak, balita dan Ibu rumah tangga itu sendiri,” ungkapnya.

Anggota DPR RI Andi Ruskati Ali Baal mengucap syukur dengan kehadirannya pada periode pertama sebagai anggota DPR RI berada pada Komisi VIII yang juga bermitra dengan Kementerian Agama, sehingga dapat mengintervensi pendirian STAIN di Majene.

“Periode kedua kami saat ini kembali dipercaya pada Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan BKKBN sehingga sengaja saya hadir disini,” ungkap Ruskati.

Dijelaskan, terkait pendataan keluarga yang mulai dilaksanakan April hingga Mei, terdapat sedikit perbedaan dengan jenis atau kategori pendataan lainnya, mulai dari data Dinas Sosial, data dari Dinas Kesehatan dan sebagainya. “Saya berharap data keluarga yang dilaksanakan para penyuluh KB dan kader agar betul-betul akurat, by name by addres sehingga data dapat digunakan mulai dari desa sampai ke pusat,” harapnya.

Dikatakan, stunting juga menjadi persoalan tersendiri dalam masyarakat, yang harus dihindari adalah perkawinan usia dini yang masih marak terjadi di masyarakat, terutama dalam masa Pandemi Covid-19 saat ini. “Para personel BKKBN akan menjadi leading sektor pada 2021 dalam penanganan stunting, dan ini sudah menjadi keputusan Presiden RI bersama dengan Kepala BKKBN RI,” akunya.

Ruskati berpesan, kepada para kader KB yang menjadi peserta agar selalu memperhatikan gizi anak-anaknya yang kelak akan menjadi generasi emas dalam melanjutkan estafet kepemimpinan yang ada di Majene ataupun Sulbar. “Perempuan atau laki-laki sama saja. Dan anak-anak agar dihindarkan dari pergaulan yang bebas terutama Narkoba, karena Narkoba itu musuh kita bersama,” pesannya.

Setelah sosialisasi, membagikan door prize bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari Andi Ruskati, Bupati Majene, Kepala BKKBN Sulbar, Pj. Sekda dan Kadis PP-KB Majene.(hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *