Penerimaan Pegawai Dikondisikan

  • Whatsapp
Penerimaan Pegawai Dikondisikan
Sekertaris Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Idris, saat melantik CPNS lingkup Sulbar, beberapa waktu lalu.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS.CO.ID – Pemerintah kembali membuka penerimaan pegawai. Usulan Pemprov Sulbar belum jelas. Pastinya disesuaikan kondisi anggaran daerah.

Kepala Bidang Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulbar, Muh. Hisyam menjelaskan, usulan penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), setiap Pemda harus menyesuaikan ruang fiskal APBD Sulbar.

Bacaan Lainnya

Jangan sampai sebagian besar anggaran daerah hanya untuk membiayai aparatur pemerintahan. Apalagi jika tak ditunjang pendapatan daerah yang memadai.

Menirut Hisyam, pihaknya juga belum menerima surat permintaan kuota CASN dari Kementerian Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi, maupun Jadwal pelaksanaan dari Badan Kepegawain Negara (BKN).

Namun berdasarkan kebijakan pemerintah pusat tahun ini kembali dilakukan penerimaan CASN. “Kita masih menunggu surat dari Menpan RB,” tutur Hisyam, Minggu 18 April.

Dia berharap generasi Sulbar mempersiapkan diri mengikuti rekrutmen tahun ini, kuota yang tersedia tentunya diharap diisi oleh putra daerah.

Sebab dalam dua tahun terakhir, kata dia, putra daerah Sulbar hanya mampu mengisi kisaran 10 persen dari kuota yang tersedia pada penerimaan pegawai di daerah ini.

Meski begitu, pemerintah telah mengikat agar CASN yang lulus dari luar daerah tidak pindah tugas dari formasi yang didaftarkan. “Pengabdian 10 tahun, kurang dari itu ketika pindah berarti memundurkan diri,” tegas Hisyam.

Tahun ini pemerintah juga menerima Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bakal mengorek APBD, meski begitu penerimaan PPPK tidak mempengaruhi dana yang siap untuk penerimaan CASN. “Sepuluh miliar rupiah ini diluar PPPK,” terang Hisyam.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Gufran Darma menyebutkan, berdasarkan rekomendasi dari pusat akhir tahun 2020, tahun ini Pemprov Sulbar bisa melakukan penerimaan PPPK hingga 2.549 orang.

Disebutkan pula, GTT di Sulbar yang terdaftar di Dapodik hanya 1.611 orang. Namun sebenarnya jumlah GTT Sulbar mencapai 2.000 lebih.

Sehingga pihaknya yang semula mengusulkan 1.611 kemudian melakukan penambahan menjadi 2.549 atas pertimbangan analisis kebutuhan guru di provinsi ke-33 ini.

“Sebenarnya kebutuhan Guru di Sulbar sebanyak 4.000. Kebutuhan itulah yang ingin ditutupi sehingga mengusulkan 2.549 kuota. Ini perjuangan berat untuk memenuhi kebutuhan guru di Sulbar,” tandasnya. (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *