Peresmian PSBI Edutourism Village Tondok Bakaru, Upaya Pengembangan Sektor Wisata

  • Whatsapp
Peresmian PSBI Edutourism Village Tondok Bakaru, Upaya Pengembangan Sektor Wisata
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Barat Budi Sudaryono (kanan) saat acara peresmian PSBI Edutourism Village Tondok Bakaru di Kabupaten Mamasa, Selasa 30 Maret 2021.

MAMASA, SULBAREXPRESS.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Barat meresmikan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) Edutourism Village Tondok Bakaru, di Desa Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa pada hari Selasa 30 Maret 2021.

Kegiatan ini diresmikan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Barat Budi Sudaryono dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulbar, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Mamasa, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, dan Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Mamasa, Organisasi Perangkat Desa, serta anggota Komunitas Tondok Bakaru Orchid (KTO).

Peresmian PSBI Edutourism Village Tondok Bakaru merupakan salah satu bentuk program Dedikasi untuk Negeri Bank Indonesia. KPw BI Provinsi Sulawesi Barat memandang bahwa Desa Tondok Bakaru memiliki dua potensi utama untuk dapat mendorong sektor perekonomian di Kabupaten Mamasa.

Pertama, potensi pariwisata yang sangat indah yang apabila dikembangkan sangat berpotensi menghasilkan sebuah ekosistem perekonomian pariwisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kedua, potensi tanaman yang berorientasi ekspor seperti tanaman Alocasia yang sudah menembus pasar Thailand, Singapura, Taiwan, Philipina, Vietnam dan tanaman jenis Hoya yang telah menembus pasar Singapura, Thailand, Philipina, Rusia. Dengan potensi ini maka Kabupaten Mamasa turut berkontribusi aktif dalam perolehan devisa di Indonesia.

Pengembangan Edutourism Village Tondok Bakaru dilakukan oleh KPw BI Provinsi Sulawesi Barat sejak tahun 2020 lalu. Konsep Edutourism Village, yang berarti Desa Wisata Edukasi, memiliki tujuan untuk membuat Desa Tondok Bakaru sebagai tempat wisata sekaligus tempat belajar cara mengembangkan budidaya anggrek.

Beberapa pengembangan yang telah dilakukan antara lain, pembangunan gedung laboratorium sebagai pusat riset dan pengembangan anggrek melalui mekanisme kultur jaringan, termasuk pemberian alat mesin kultur jaringan, pembangunan green house sebagai sarana tanam lanjutan hasil dari kultur jaringan dan budidaya sehingga dapat melestarikan tanaman anggrek yang endemic, yang hanya tumbuh di Kabupaten Mamasa.

Juga dilakukan pembangunan fasilitas infrastruktur pendukung lain seperti gapura dan rabat jalan untuk mendukung akses pengunjung wisata.

KPw BI Provinsi Sulawesi Barat bekerja sama bersama pemerintah daerah terus bersinergi dan berkomitmen dalam pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor utama perekonomian di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Mamasa.

“Dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki, diharapkan kedepan Kabupaten Mamasa mampu menjadi salah satu destinasi pariwisata prioritas tingkat domestik maupun global dan penghasil devisa bagi negara dengan tanaman yang berorientasi ekspor, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Budi Sudaryono dalam keterangan resminya kepada redaksi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *