Ramadan, Bulan Penuh Rahmat

  • Whatsapp
Ramadan, Bulan Penuh Rahmat

KITA bersyukur atas karunia Ilahi karena dipertemukan kembali di bulan mulia, yakni Bulan Ramadhan. Bulan yang sering juga di beri nama sebagai bulan yang penuh rahmat.

Oleh: Furqan Mawardi
(Pengasuh Pondok MBS At-Tanwir Muhammadiyah Mamuju)

Bacaan Lainnya

Rahmat memiliki banyak variasi makna salahsatunya adalah kasih sayang. Ada beberapa hal yang menjadikan bulan ramadhan di beri gelar dengan bulan penuh kasih sayang, diantaranya:

Terbukanya pintu taubat dan dihapusnya berbagi dosa.

Sebagai manusia biasa tidak ada yang tidak luput dari berbagai dosa dan kesalahan. Namun dari berbagai banyak dosa dan maksiat yang diperbuat, Allah SwT tiada henti memberikan peluang kepada hambaNya untuk bertaubat dan menghapus segala dosa yang telah berlalu.

Ramadhan merupakan momen terbaik bagi setiap manusia untuk menghapus segala dosa yang telah dilakukannya. Hal tersebut menjadi Jaminan langsung dari Allah bagi setiap hamba yang berpuasa dengan penuh kesungguhan serta keimanan yang kuat.

Sebagai sabda Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim):

Terbebasnya hamba dari Api neraka.

Salahsatu doa yang sanantiasa terpanjatkan oleh setiap kita orang beriman adalah terbebasnya diri dari siksaan api neraka.

Karena setiap insan apa dan siapa pun dia pasti tidak ada yang menginginkan untuk menjadi penghuni neraka. Mulai dari ahli ibadah hingga ahli maksiat ketika ditanya tentang neraka bisa dipastikan semua akan menolak untuk menjadi penghuninya.

Puasa menjadi sarana untuk terbebas dan terjauhkannya setiap diri dari berbagai siksaan dan penderitaan sebagai penghuni neraka.
Seperti sabda nabi SAW: “Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” [HR Muttafaqun ‘Alaih):

Terkabulnya doa.

Doa merupakan permohonan seorang hamba kepada sang Khalik. Ia merupakan harapan sekaligus juga permintaan. Setiap diri yang berdoa tentu senangtiasa mengharap supaya doa yang dipanjatkan tersebut dapat terkabulkan dan mendapatkan balasan.

Dalam berbagai dalil untuk terkabulnya doa ada waktu yang mustajab serta tempat yang penuh karomah yang dapat menjadikan doa yang dipanjatkan dapat memperoleh jawaban.

Salah satu waktu yang Allah mudahkan untuk menjawab doa yang dipanjatkan setiap hamba adalah ketika ia sedang menjalankan puasa.

Sebagaimana janji Allah melalui lisan rasulNya: “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi” (HR. Tirmidzi).

Menjadi harapan bersama pada momentum puasa di tahun ini bisa menjadi sarana terbaik kita untuk memperoleh segala rahmat dari Allah sang pemilik segala kasih sayang. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *