Ramadan, Bulan Taubat

  • Whatsapp
Ramadan, Bulan Taubat

“SETIAP anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”. (HR. Tirmidzi dan Ibu Majah)

MANUSIA sejatinya merupakan makhluk yang tidak dapat luput dari kesalahan dan kekhilafan.

Karena salah satu arti manusia (al-insan) memiliki makna lupa, hilang kesadaran, bahkan hilang ingatan. Sehingga sangat wajar apabila manusia sering melakukan kesalahan bahkan terkadang mengulangi kesalahan yang sama.

Namun dari sekian kesalahan yang dilakukan, orang beriman tetap dituntut untuk melakukan pembersihan berbagai kesalahan dan dosa yang telah diperbuatnya dengan melakukan usaha pertaubatan.

Secara etimologi taubat merupakan masdar dari taaba-yatubu yang bermakna kembali.

Taubat secara terminologi syariat adalah menyesal dengan sepenuh hati atas dosa yang telah lalu, memohon ampunan (istigfar) dengan lisan, menghentikan kemaksiatan dari badan, bertekad untuk tidak mengulangi lagi di masa depan.

Taubat merupakan jalan seorang manusia untuk kembali kepada RabNya. Kembali untuk menghadap dengan penuh rasa penyesalan yang disertai janji untuk tidak melakukan kesalahan yang serupa.

Bulan Ramadan juga dikenal dengan istilah bulan pertaubatan, bulan dimana menjadi momen yang sangat istimewa bagi setiap hamba untuk menghapus segala dosa masa lalu yang kelam.

Karena sesuai janji Allah melalui Nabinya yang diriwayatkan oleh imam Bukhori dan Muslim, dimana rasullah saw bersabda: “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharapkan keridhaan-NYa, maka semua dosanya yang lalu akan diampuni”.

Sebagai hamba yang sadar atas segala perbuatan dan dosa yang selama ini telah diperbuat, maka menjadi sebuah keharusan kita untuk segera bertaubat.

Ada beberapa alasan kenapa kita sebagai manusia harus segera bertaubat, diantaranya:

1) Bertaubat merupakan perintah Allah.

Kata taubat di dalam Al-Quran disebutkan 87 kali dalam berbagi derivasinya. Hal tersebut menandakan bahwa bertaubat menjadi sesuatu hal yang menjadi perhatian

besar untuk segera ditunaikan.

Salah satu ayatnya di surah At-Tahrim ayat 8: “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)”:

2) Kematian tidak ada yang tahu kapan datangnya.

Sebagai manusia yang hidup tentu memiliki batas dan jatah selama ia di dunia. Namun seberapa lama jatah kita bisa hidup di dunia tidak ada mampu mengetahuinya kecuali Allah. Semua kehidupan pasti akan berakhir dan akan berjumpa dengan kematian.

Sementara kematian merupakan batasan akhir seorang hamba untuk dapat bertaubat.

Sehingga sebelum kematian menjemput menjadi sebuah keharusan pada setiap kita untuk menyegerakan diri untuk bertaubat:

3) Sebagai jalan menjadi kekasih Allah.

Menjadi hamba yang dicintai oleh Tuhannya merupakan sebuah karunia yang amat istimewa. Untuk menggapai maqom yang dicintai dan sekaligus menjadi kekasih Allah dapat ditempuh dengan bertaubat atas segala perbuatan yang telah lalu.

Sebagaimana janjiNya di surah Al baqarah ayat 222: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”.

Semoga Ramadan tahun ini menjadi momen terindah bagi setiap kita untuk menjadi kekasih Allah karena diterimanya segala taubat yang kita lakukan. aamiin. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *