Razia Warga Binaan, Petugas Gabungan Sita Barang Terlarang

  • Whatsapp
Razia Warga Binaan, Petugas Gabungan Sita Barang Terlarang
RAZIA. Petugas Rutan Kelas IIB Majene bersama Polres dan BNNK Majene menggelar razia serentak di Rutan Kelas IIB Majene, Selasa malam 6 April 2021.

MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID – Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi, baik masuknya narkoba, ataupun potensi masalah lainnya, Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Majene bersama Kepolisian Resor (Polres) Majene dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Majene melaksanakan penggeledahan atau razia serentak di Rutan Kelas IIB Majene, Selasa malam 6 April.

Dalam razia itu, meski petugas gabungan tidak mnemukan narkoba namun masih terdapat beberapa barang yang seharusnya tidak ada di dalam blok hunian seperti pisau, sendok, botol kaca, ikat pinggang serta gunting kuku.

Para pegawai Rutan Majene memeriksa satu persatu para tahanan dan menggeledah seluruh isi dari kamar, seperti tas, bantal, lemari, hingga bagaian bawah tempat tidur para tahanan dengan penjagaan ketat dari personel kepolisian.

Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Majene, Rasbil mengungkapkan, razia serentak untuk menindaklanjuti surat Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-57.

“Jumlah warga binaan Rutan Kelas IIB Majene saat ini sebanyak 106 orang dari 10 kamar, dan kami tidak menemukan narkoba dalam razia ini, hanya ada beberapa barang terlarang sudah sita, seperti ikat pinggang, botol kaca dan lainnya,” terang Rasbil.

Ia mengatakan, razia serentak merupakan salah satu dari 12 kegiatan yang akan dilaksanakan dalam peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57. “Pemilik barang terlarang ini akan diberikan peringatan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran. Jika masih ditemukan lagi, maka akan diberikan sanksi seperti pengeselan,” tegasnya.

Sejumlah barang terlarang yang ditemukan, Rasbil mengaku, pihaknya akan melakukan pemusnahan. “Kita akan gencar melakukan razia 5 kali sebulan untuk antisipasi adanya penyelundupan barang terlarang seperti narkoba, termasuk penitipan barang bawaan para pengunjung,” bebernya.(hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *