Residivis Kasus Narkoba Kembali Dibekuk

  • Whatsapp
Residivis Kasus Narkoba Kembali Dibekuk

POLEWALI, SULBAR EXPRESS.CO.ID —- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Polewali Mandar, kembali meringkus mantan narapidana kasus narkotika yang baru saja bebas melalui program asimilasi terkait Covid-19.

Berinisial SN, yang dibekuk bersama rekannya SBD dengan barang bukti 7 plastik bening diduga berisi narkotika jenis sabu.

SN dibebaskan melalui program asimilasi Januari lalu di Rutan kelas III Mamasa dan diminta wajib lapor di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Polman untuk pertama kali, 15 April kemarin.

Kepala BNNP Sulbar, Brigjen Pol. Sumirat mengatakan kronologi penangkapan tersangka berawal dari informasi tentang akan terjadinya transaksi narkotika di wilayah Polman. Kemudian Kepala BNNK Polman, Syabri Syam memerintahkan tim untuk menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Kamis, 15 April sekira pukul 15.00 Wita, tepatnya di jalan poros Polman-Pinrang depan jembatan timbang Paku, Kecamatan Binuang, tim BNNK Polman bersama personel Polres Polman melakukan pemeriksaan terhadap kendaran yang dicurigai, avanza putih dengan nomor plat DC 1493 CY, dimana satu penumpang dari mobil tersebut merupakan residivis yang baru saja bebas dan masih menjalani wajib lapor di Bapas Polman.

“SN ini residivis, saat pertama lalu, dia membawa narkotika jenis sabu sebanyak 3 gram dan mendapat hukuman 4 tahun 1 bulan, dan bebas asimilasi bulan Januari. dan tanggal 15 April kemarin hari laporan pertama kali ke Bapas, tapi entah melapor kemana, dia bawa barang lagi,” beber Kepala BNNP Sulbar, Sumirat saat konfrensi pers di Kantor BNNK Polman, Sabtu 16 Januari 2021.

Ia menambahkan saat dilakukan pencegatan, dua orang di mobil tersebut sempat akan menerobos petugas, Namun dengan kesigapan personel BNNK Polman sehingga mobil tesebut bisa dihentikan.

Hasil penggeledehan, sambungnya, dibawah jok tempat duduk penumpang bagian depan ditemukan dua plastik bening yang diduga berisi sabu, kemudian saat kembali dilakukan pemeriksaan ditemukan lagi lima plastik bening diduga sabu yang disimpan berkamuflase di dalam termos air warna biru.

Alhasil, dua tersangka diamankan di kantor BNNK Polman. “SN ini perannya sebagai pengemudi yang dijanjikan uang Rp 1 juta, yang peredarannya di wilayah Mamasa, Polman dan Mamuju,” kata Sumirat.

Saat dilakukan pengembangan untuk mencari tahu jaringan tersangka tersebut, SN mencoba mengelabui petugas dengan cara meminta dibelikan air mineral kemasan.

Melihat kelengahan petugas BNNK Polman, SN mencoba melarikan diri. Petugas memberi tembakan peringatan ke udara sebnyak tiga kali namun tak dihiraukan sehingga tim BNNK melumpuhkan tersangka dengan terukur. SN kembali diamankan di kantor BNNK Polman, untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Masing-masing pelaku disangkakan telah melakukan pelnggaran tindak pidana sebagaimana pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat(2) juntho pasal 132 ayat(1) undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Adapun barang bukti yang disita yakni 7 plastik bening diduga berisi sabu, 2 buah Hand Phone, 1 termos air dan 1 unit mobil jenis avanza warna putih.

Turut hadir pada konfrensi pers tersebut Kasdim 1402/Polmas Mayor Arm Muh Yunus, Kepala BNNK Polman Syabri Syam, Wakapolres Polman Kompol Douglas serta Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Parepare Sulsel, Nugroho. (ali/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *