Rp 2,2 M Diamankan dari Kasus DAK Pendidikan, Kejati Masih Incar Empat Kepsek

  • Whatsapp
Rp 2,2 M Diamankan dari Kasus DAK Pendidikan, Kejati Masih Incar Empat Kepsek
MENJELASKAN. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulbar, Feri Mupahir didampingi Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulbar, Amiruddin memperlihatkan uang pengembalian yang berhasil diamankan dari kasus Tipikor DAK Pendidikan 2020 pada Disdikbud Sulbar. Mamuju, Rabu 7 April 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar menyelamatkan kerugian negara sekira Rp 2,2 miliar.

Berasal dari kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar tahun 2020.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulbar, Feri Mupahir menerangkan, kasus ini menyeret tiga tersangka dengan anggaran mencapai Rp 3.675.602.050.

Anggaran itu merupakan DAK tingkat SMK senilai Rp 250.272.000 dan SMA Rp 1.425.330.050.

“Yang kita selamatkan kali ini ialah uang yang berasal dari 55 sekolah dari 65 di Sulbar,” ucap Feri dalam di Kejati Sulbar, Rabu 7 April.

Dari jumlah tersebut, kata dia, masih ada empat SMK belum mengembalikan kerugian negara terkait kasus DAK pendidikan.

Dia masih enggan membeberkan sekolah dimaksud. Pihaknya mengaku masih melakukan upaya persuasif kepada kepala sekolah masing-masing.

Feri menegaskan, bakal terus memanggil pihak sekolah yang bersangkutan hingga mengembalikan kerugian negara seutuhnya.

“Kalau enam SMK yang lain, mereka tidak memasukkan anggaran tersebut ke dalam RAB (Rancangan Anggaran Biaya, red) sekolah. Pemotongan ini modusnya dimasukkan ke dalam RAB. Sehingga tidak termasuk,” ucap Feri.

Dijelaskan, kerugian negara berasal dari potongan tiga persen dari DAK SMA sekira Rp 75 miliar dan SMK sekira Rp 127 miliar.

Adapun total DAK fisik pada bidang SMA dan SMK Disdikbud Sulbar tahun 2020 mencapai Rp 202 miliar.

“Kalau kerugian negara dari tingkat SMA sudah diselamatkan pada minggu lalu (Rabu 31 Maret, red),” kata Feri.

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulbar, Amiruddin menyebutkan, perkara tersebut masih terus berproses hingga berkas tiga orang tersangka dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mamuju. (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *