Terus Berbenah Menyambut Agenda 2024

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
KETUA KPU Mamuju, Hamdan Dangkang menyerahkan Piagam kepada Ketua Bawaslu Mamuju, Rusdin pada malam KPU Award, di taman Karema Mamuju, Sabtu 10 April 2021.

TANGGUNG jawab berat bakal dipikul penyelenggara pemilihan jika Pemilu, Pilpres, dan Pilkada berlangsung serentak. Pada 2024.

Tahapan berpotensi beriringan. Beban berat bakal dirasakan penyelenggara terdepan. Mulai tingkat KPPS dan Panitia Pemungutan Suara.

Bacaan Lainnya

Karenanya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mamuju, akan terus melakukan evaluasi, pembenahan dan penguatan menyambut agenda pemilihan berikutnya.
Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang menerangkan, meski dinilai sukses melaksanakan Pilkada Serentak di Mamuju pada 9 Desember, lalu, ia dan jajaran masih belum puas.

Menurut dia, evaluasi internal akan terus bergulir. Menggali lebih dalam kekurangan-kekurangan untuk dibenahi kedepannya, melalui usulan dalam Peraturan KPU.

“Kalau evaluasi kami secara internal, kami hanya fokuskan di staf. Supaya sekretaris lebih terdorong atau lebih aktif dan terlibat langsung dalam proses pengelolaan setiap tahapan,” urai Hamdan, usai menggelar even KPU Award di Taman Karema Mamuju, Sabtu malam, 10 April 2021.

Terkait Pemilu 2024, Hamdan melihat perlunya penguatan dalam hal logistik. Bakal menjadi salah satu masukan Mamuju ke KPU RI.

Salah satu hal yang menurutnya butuh perhatian serius adalah penyelenggara Adhoc. “Bagaimana paling tidak, administrasi ataupun berita acara yang ada di KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) bisa dikurangi jumlahnya,” sebut Hamdan.

Terkait aplikasi Sirekap, Hamdan mengaku sangat terbantu. Terkhusus bagi KPPS yang bisa lebih cepat mengerjakan tugasnya.

“Itu yang menjadi dorongan kami di KPU Mamuju karena saat Sirekap diberlakukan secara otomatis administrasi-administrasi sudah tidak ada lagi. Semua sudah berbasis internet,” ucapnya.

Disinggung soal partisipasi pemilih Pilkada Mamuju 2020 yang berhasil melampaui target KPU RI, ia mengaku belum puas karena masih di kisaran 85 persen.

Sementara Ketua Bawaslu Mamuju, Rusdin mengaku masih ada beberapa catatan pelaksanaan pesta demokrasi Mamuju 2020, sebagai bahan evaluasi kedepan.

“Tentunya jadi catatan utama kita yaitu terkait dengan data pemilih, yang akan kita genjot khususnya nanti di data pemilih berkelanjutan,” ucap Rusdin.

Apabila data pemilih bisa dikerjakan dengan baik, itu akan menekan angka pemilih yang menggunakan KTP.

“Kita berharap, bahwa kita bisa menekan angka pengguna KTP, karena ini kemarin yang menjadi salah satu objek di permohonan di MK. Sehingga mengurangi kecurigaan masyarakat terkait dengan data pemilih itu,” harap Rusdin.

Sementara secara internal, lanjut Rusdin, banyak hal yang menjadi bahan evaluasi, khususnya dari sisi strategi pengawasan.

“Tetapi tentunya kami sendiri juga mengapresiasi semua pihak, karena dengan berakhirnya Pilkada dengan damai itu menandakan bahwa kerawanan-kerawanan yang kemarin dipetakan oleh Bawaslu RI itu tidak terbukti,” tandas Rusdin.

Ia menjelaskan, tantangan kedepannya seluruh penyelenggara Pemilu 2024 adalah SDM. Utamanya terkait strategi pengawasan. (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *