Butuh Sinergi Mewujudkan Sulbar Satu Data

  • Whatsapp
Butuh Sinergi Mewujudkan Sulbar Satu Data

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus menggarap program Satu Data Indonesia dalam rangka mewujudkan Sulbar menjadi provinsi dengan data tunggal.

Agenda ini sebagai bagian dari realisasi komitmen pemerintahan Gubernur Ali Baal Masdar dan Wagub Enny Anggraeni Anwar dalam mengoptimalkan setiap program pembangunan daerah kedepannya.

“Tentu saja harapannya mengarah pada peningkatan kesejahteraan rakyat Sulawesi Barat secara keseluruhan,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Sulbar, Safaruddin Sanusi DM, Kamis 27 Mei.

Awal pekan ini, Pemprov Sulbar kembali melakukan sinkronisasi daftar data dan rencana aksi Satu Data Indonesia (SDI) Sulbar 2021 yang dihadiri Gubernur Sulbar bersama Sekprov, Muhammad Idris DP.

Menurut Safaruddin upaya melahirkan data terpadu dan tertata di Sulbar, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia yang merupakan bagian dari kebijakan untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu mudah diakses dan dibagipakaikan antar instansi melalui pemenuhan standar data yang memadai.

Kedua, merujuk Perpres 95 tahun 2018 tentang SPBE yang menjadi pedoman bagi kementerian, lembaga, daerah dan instansi dalam meningkatan pelayanan publik dengan berbagai indikator yang sangat jelas dan terukur.

“Aksi satu data ini tak terlepas dari dua ketentuan tersebut yang memang semuanya tidak bisa terpisahkan, sehingga dalam perencaaan pembangunan kedepan, tidak ada lagi data yang tumpang tindih,” jelas Safaruddin.

Ditambahkan, data valid dan dapat dipertanggungjawabkan akan melahirkan program-program pembangunan yang betul-betul matang, sesuai kebutuhan masyarakat.

“Dalam pengelolaanya di daerah kita bersinergi dengan pihak terkait. Dinas Kominfo akan berperan sebagai wali data, Bappeda selaku sekretatiat, dan pihak Statistik sebagai pembina data,” beber Safaruddin.

“Dan yang berperan dalam menghasilkan data adalah pihak Organsasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai bidang masing-masing. Jadi, OPD sebagai produsen data, dan nantinya data keluar akan melalui Kominfo,” imbuhnya.

Sinkronisasi dan Rencana Aksi SDI Sulbar 2021 berlangsung Selasa lalu, oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulbar di Makassar.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar meminta kepada seluruh kepala OPD lingkup Pemprov Sulbar maupun Pemkab se-Sulbar, agar mengoptimalkan kebijakan SDI dan menjadi yang terbaik dalam pengelolaan data sehingga terhindar dari tumpang tindih serta kekurangan data.

“Kebijakan satu data ini dibutuhkan komitmen bersama, tidak hanya dari pemerintah provinsi. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi serta kolaborasi yang baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten se-Sulbar,” tegas Ali Baal.

Gubernur kemudian menghimbau agar seluruh OPD bekerja dengan cepat, sehingga Sulbar tidak lagi tertinggal dalam pengelolaan data.

OPD selaku produsen diminta tidak hanya meng-upgrade data, tetapi harus ada deskripsi sesuai standar data Indonesia. (cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *