Deputi KSPK BKKBN Apresiasi Pendataan di Majene

  • Whatsapp
Deputi KSPK BKKBN Apresiasi Pendataan di Majene
Deputi KSPK BKKBN RI Dr Drs Lalu Martipuddin bersama Bupati Majene Lukman serta para peserta lainnya laksanakan Monev Pendataan Keluarga 2021, di ruang pertemuan Dapur Mandar Kecamatan Pamboang, Kamis 20 Mei 2021.

MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID – Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Lalu Martipuddin menyatakan, secara nasional saat ini terdapat 32 persen balita stunting.

“Data inilah yang akan menjadi pelanjut atau sekitar 25 tahun ke depan. Yang kita takutkan, karena terkait peningkatan ekonomi kedepannya,” tutur Lalu Martipuddin pada Monev Pendataan Keluarga 2021, di ruang pertemuan Dapur Mandar Kecamatan Pamboang, Kamis 20 Mei.

Ia mengapresiasi, kehadiran Bupati Majene yang dianggap sebagai seorang yang inspirator, dimana bekerja secara ihklas dan profesional. “Tidak ada hal yang tidak mungkin terjadi, ini terbukti kepada Bupati Majene yang dahulu pernah menjadi Penyuluh KB dan menjadi seorang bupati,” ujarnya.

Diungkapkan, maksud kedatangan ke Majene untuk memantau pelaksanaan pendataan keluarga. “Tadi sudah dapat laporan bahwa Majene adalah yang terbaik di Sulbar. Tentu ini menjadi prestasi yang luar biasa, karena pendataan keluarga dilaksanakan ditengah Pandemi Covid-19 dan juga ditengah musibah gempa bumi Kabupaten Majene,” ucapnya.

Sesuatu yang istimewa dilakukan di Majene lanjutnya, karena melibatkan stakeholder lainnya dalam mendukung pendataan keluarga, hal ini jarang dilakukan di kabupaten lainnya. “Tentu ini tidak lepas intervensi dari Bupati Majene,” ujarnya.

Ia mengaku, ke depan BKKBN akan lebih kepada upaya preventif dalam hal penanganan stunting, terutama dalam penaganan pernikahan muda, bila perlu Pemkab Majene dapat mengeluarkan sertifikat izin menikah bagi warga yang ingin menikah, agar dapat diantisipasi dalam hal pernikahan diusia muda, ini dapat dilakukan bekerja sama dengan KUA di setiap kecamatan.

“Terkait target pendataan keluarga yang akan berakhir pada 31 Mei 2021, semua pendata yang hadir menyampaikan akan dapat selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Majene Wahida memaparkan sekilas kondisi pendataan keluarga di Majene, diantaranya terkait proses sosialisasi yang telah dilaksanakan baik secara virtual maupun secara tatap muka. “Kita juga melaksanakan pencanangan pendataan keluarga pada tanggal 1 April 2021 lalu, sekaligus melakukan pendataan keluarga yang diawali Bupati Majene beserta Ketua TP-PKK Majene,” sebut Wahida.

Kegiatan pendataan keluarga sambung Wahida, telah melibatkan stakeholder, diantaranya Dinas Kesehatan Majene, terkait vaksinasi bagi kader pendata dan hand sanitizer, pihak BPBD Majene terkait pengadaan masker bagi semua pendata. “Dinas PP dan KB Majene tentu bersyukur karena APBD Majene ada yang dikucurkan khusus dalam hal pendataan keluarga,” ucapnya.

Diuraikan, pada 17 Mei 2021, telah disampaikan bahwa Kabupaten Majene keluar sebagai pendata keluarga terbaik se-Sulbar. “Tentu ini semua sebagai upaya partisipasi aktif dari para Manajer Pendata dan para Pendata keluarga itu sendiri,” bebernya.

Dikemukakan, kegiatan monev di Kecamatan Pamboang karena Kecamatan Pamboang menempati posisi pertama dalam hal pendataan keluarga. “Dan saat ini semua kecamatan hampir dipastikan akan rampung pada bulan ini juga sesuai target yang telah ditetapkan,” akunya.

Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar Muhammad Yamin menuturkan, suatu kehormatan karena telah didatangi langsung Deputi dan Direktur di Kabupaten Majene. “Kami sampaikan bahwa Majene memang sangat antusias dalam hal Bangga Kencana. Selanjutnya kedepan kita dapat tugas tambahan, berupa penanganan stunting di wilayah kita, tentu ini bukanlah pekerjaan yang rumit karena kita sudah terbiasa berhadapan dengan masyarakat,” akunya.

Dalam pertemuan itu, Bupati Majene Lukman menyampaikan, atas nama Pemkab Majene mengucapkan selamat datang kepada Deputi dan Direktur. “Kondisi geografis Kabupaten Majene terkait jumlah penduduk, bahwa Majene yang paling lambat kenaikan jumlah penduduknya se-Sulbar, dibuktikan dengan jumlah anggota DPRD Majene masih tetap berjumlah 25 orang dari dulu sampai sekarang,” urainya.

Lukman menyampaikan, bahwa pernah menjadi sub penyuluh KB di wilayah Kelurahan Mosso Kecamatan Sendana, tentunya bukan hal yang asing untuk dilakukan. “Harapan kita kedepan bukan hanya terbaik di Sulbar, namun dapat pula menjadi terbaik ditingkat Nasional, karena kita yakin akan kinerja dari semua pihak di Dinas PP dan KB Majene, dan sudah diakui dan selalu menorehkan prestasi yang luar biasa ditingkat Regional dan Nasional.

“Terkait stunting yang akan ditangani pihak Dinas PP dan KB Majene kedepan, sudah menjadi hal yang tidak sulit untuk dikerjakan, itu karena kita yakin bahwa pihak di PP dan KB Majene akan dapat bekerja secara profesional dalam penanganan stunting di Majene,” pungkasnya.

Hadir dalam monev, Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN RI dr Viktor Palimbong, mewakili Camat Pamboang, para Kepala UPTD KB bersama para Penyuluh KB se Kabupaten Majene.(hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *