Jam Kerja Normal, Jangan Lupa Prokes, Pascalibur, Kehadiran ASN 85 Persen

  • Whatsapp
FOTO: IST
MENINJAU. Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Muhammad Idris DP di salah satu instansi lingkup Pemprov Sulbar, Senin 17 Mei 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulbar mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) disiplin menjalankan tugas dan mulai masuk kerja dengan waktu normal.

Sebelumnya pada saat bulan puasa, PNS Pemprov pulang lebih awal.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Provinsi Sulbar, Muhammad Idris DP mengatakan pascaRamadan, jam kerja Pemprov kembali normal seperti biasa.

“Normal dalam pengertian kembali ke jam kerja, itu sesuai edaran yang sudah disampaikan untuk kembali bekerja pukul 7:30 Wita dan selesai 16:00 Wita,” kata Idris saat dikonfirmasi Senin 17 Mei.

Menurutnya, peraturan jam kerja itu diberlakukan berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Ia menjelaskan jam kerja itu juga telah diatur khusus untuk pencegahan penularan covid-19 dengan membagi jumlah ASN masuk pada OPD yang memiliki banyak pegawai.

“Ada yang masuk lebih awal dan siapa berikutnya, sehingga tidak terjadi penumpukan,” ucap Idris.

Mantan Deputi Bidang Diklat Aparatur LAN RI ini, juga menjelaskan bagi ASN yang kedapatan mudik di posko penyekatan akan mendapatkan sanksi berupa pemotongan
TPP.

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan di hari pertama kerja, dimana tingkat kehadiran pegawai Pemprov terbilang baik. Menurut Sekprov, mencapai 85 sampai 90 persen.

“Tujuannya untuk memastikan pegawai kembali bekerja pasca libur dan cuti bersama, juga memastikan pegawai bekerja kembali dengan normal, yang terlambat mendapat sanksi berupa pemotongan TPP berdasarkan jam kerja yang ditinggalkan,” ujarnya.

Sehingga di tiga hari pertama ini ia berharap seluruh ASN kembali masuk bekerja.

Jika tidak maka sanksi pemotongan TPP di hari pertama sebesar 25 persen, dihari kedua 50 persen, ketiga 75 persen.

“Itu sudah disampaikan jauh sebelumnya, tiga hari pertama ini ASN harus masuk kerja. Jangan lagi ditambah cutinya,” tegas Idris.

Ia menegaskan sanksi bagi ASN tidak akan tebang pilih kepada seluruh ASN Pemprov Sulbar. Apabila tidak memiliki surat keterangan khusus.

“Semua akan diberikan sanksi yang sama, tidak ada perlakukan istimewa bagi ASN di Sulbar,” tandas Sekprov.

Idris berharap seluruh ASN bisa memperlihatkan kedisiplinannya serta produktifitas yang tinggi. Mereka harus memahami betul tugas dan fungsinya sebagai pelayanan publik. (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *