Keputusan Larangan Mudik, MUI Sulbar: Demi Kebaikan Masyarakat

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
Sejumlah penumpang saat tiba di Pelabuhan Feri Mamuju, gembar direkam belum lama ini.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Larang mudik yang dikeluarkan pemerintah dinilai adalah keputusan tepat. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulbar KH Nafis Djuaeni, hal itu merupakan langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

“Kita adalah mitra pemerintah, artinya jika ada hal-hal yang bersifat kemaslahatan umat maka MUI harus mengikuti itu dan mengenai larangan mudik itu untuk kemaslahatan umat,” kata Nafis, Senin 3 Mei.

Bacaan Lainnya

Menurutnya larangan mudik 2021 dari pemerintah dapat dipahami dengan baik. Pasalnya, saat ini penyebaran virus Corona di Indonesia masih sangat tinggi.

Sehingga sebagai warga negara yang baik, khususnya bagi umat Islam hendaklah mematuhi Allah, Rasul dan juga pemerintah.

“Kita bisa mengikuti niat baik pemerintah, itu untuk kebaikan kita semua. Sehingga mari kita tetap melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadan ini, mengikuti perintah Allah seperti puasa, salat tarawih dan berzakat dengan diperbolehkan salat Id di lapangkan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat,” ucapnya.

Menurutnya, meski pemerintah memberlakukan larangan mudik ia juga berpendapat bahwa pemerintah selalu memberikan solusi atas masalah yang dihadapi.

“Saya meminta kepada masyarakat untuk bisa bersabar menahan rindunya untuk sementara tidak mudik. Kebijakan larangan mudik juga menjadi salah satu langkah pemerintah menumpas Corona,” jelasnya.

Ia berharap, kesadaran bersama dari seluruh warga masyarakat tentang arti pentingnya untuk serius secara bersama-sama menghadapi dan mengatasi masalah Covid-19 ini tentu jelas sangat-sangat diharapkan.

“Sehingga dengan pelaksanaan protokol yang ketat, negara Indonesia tidak seperti negara yang lain seperti India,” jelasnya.

Senada dengan itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Sulawesi Barat, Adnan Nota menilai langkah tersebut adalah hal yang wajar, itu sebagai bentuk proteksi pemerintah terhadap kondisi pandemi Covid-19.

“Apabila ini tidak diproteksi dengan baik, bisa saja terjadi ledakan yang luar biasa mengingat ada budaya dan kultur kita seperti saling bersilaturahim dan saling mengunjungi dan itu sulit menghindari kerumunan,” ujarnya.

Meski begitu ia berharap pemerintah juga bisa memperhatikan kondisi yang ada di Sulbar, mengingat Sulbar secara nasional masih terbilang baik dalam melakukan proteksi Covid-19.

“Untuk mudik ini, kalau bisa hanya sebatas antar provinsi tetapi untuk kabupaten kalau bisa sedikit diberi ruang untuk saling bersilaturahim dengan protokol kesehatan yang ketat. Utamanya di enam kabupaten ini,” tandasnya. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *