Ketua Bawaslu RI Berkunjung ke Sulbar, Konsolidasi Persiapan Pengawasan Pemilu 2024

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
Ketua Bawaslu RI, Abhan, menyampaikan ceramah atau tadarus pengawasan jelang buka puasa bersama dengan seluruh komisioner Bawaslu se Sulbar di aula Hotel Grand Mutiara Mamuju, Senin 3 Mei 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Ketua Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) Abhan kembali berkunjung ke Sulawesi Barat. Kali ini kunjunganya dalam rangka konsolidasi persiapan pengawasan Pemilu 2024.

Disambut, Ketua Bawaslu Provinsi Sulbar Sulfan Sulo, bersama komisioner Bawaslu lainya mengatakan kunjungan Ketua Bawaslu RI juga dalam rangka silaturahmi bersama dalam agenda tadarrus pengawasan pemilu dimana tadarrus dibawakan oleh KH Ahmad Multazam.

Bacaan Lainnya

Sulfan Sulo mengatakan, kegiatan tersebut diinisiasi untuk melakukan pendidikan pemilihan pemilu kepada masyarakat dengan menghadirkan unsur Forkopimda dan stakeholder terkait, seperti TNI dan Polri.

“Tujuannya supaya pemilu dan pemilihan semakin dekat dengan masyarakat,” kata Sulfan, Senin 3 Mei.

Sementara Ketua Bawaslu RI Abhan, mengatakan agenda silaturahmi tersebut telah lama ingin ia lakukan, dimulai sejak gempa melanda dan baru terealisasi Senin 3 Mei.

Pada kesempatan itu juga Abhan menyampaikan, apresiasi dan terima kasih dimana Sulbar telah berhasil melaksanakan pilkada dengan aman.

“Mengapresiasi seluruh pengawasan Bawaslu di setiap kabupaten atas pelaksanaan pilkada yang berjalan sukses. Kesuksesan tidak hanya menjadi kesuksesan penyelenggara tetapi juga kesuksesan masyarakat di Sulbar khususnya yang melaksanakan pilkada,” ujar Abhan.

Menurutnya, kesuksesan pilkada yang dilaksanakan akan menjadi modal untuk menatap pemilu di tahun 2024, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah penyelenggara bisa melaksanakan penyelenggaraan sebaik-baiknya, dan apa yang dikhawatirkan mengenai lonjakan Covid-19 tidak terjadi. Ini adalah modal untuk menatap pemilu 2024, meski masih ada hal-hal yang harus dibenahi,” ucapnya.

Ia menjelaskan di tahun 2021 ini merupakan tahun konsolidasi untuk menatap pemilu 2024. Pemilu serentak tahun 2024 memiliki banyak tantangan yang berbeda dengan pemilu sebelumnya, pemilu 2024 pertama kali digelar secara bersamaan, pilpres, pileg dan pilkada.

“Jadi tahun ini bukan tahun tanpa pekerjaan, tetapi banyak hal yang harus dilakukan terutama konsolidasi internal, kemudian sosialisasi kepada masyarakat, jadi jangan berpendapat tidak ada tahapan tidak ada pekerjaan, tetap kita melakukan berbagai kegiatan,” jelasnya.

Maka menurutnya persiapan yang paling urgen yang harus dilakukan adalah peningkatan kapasitas dalam jajaran ad hoc. Karena menurutnya ad hoc lah yang menjadi tulang punggung Bawaslu.

“Maka besok ketika pemilu 2024 proses rekrutmen harus dilakukan dengan baik kemudian menghasilkan SDM ad hoc yang baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada prinsipnya Bawaslu selalu siap memaksimalkan pengawasan untuk mewujudkan pemilu yang berdaulat.

“Soal metode atau konsep pengawasan dan sebagainya pada pemilu 2024 tergantung bagaimana PKPU tahapan yang dikeluarkan oleh KPU RI. Tapi saya kira tidak akan jauh dari apa yang dilakukan pada pemilu 2019 maupun 2020,” jelasnya.

Ia mencontohkan, pada pilkada serentak tahun 2020 banyak model pengawasan yang sedikit berubah karena metode kampanye tatap muka tidak ada.

“Tentu media sosial akan menjadi bagian atau mungkin akan intens kami gunakan dalam proses pengawasan karena peserta pemilu juga akan menjadikan media sosial sebagai media kampanye,” bebernya.

Ia mengaku sampai saat ini masih menunggu PKPU pemilu 2024 yang akan dikeluarkan oleh KPU RI. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *