Mendorong Akselerasi Belanja di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Mendorong Akselerasi Belanja di Tengah Pandemi
RAPAT. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Barat, Imik Eko Putro memimpin rapat review kinerja di kantor Kanwil DJPb Provinsi Sulbar, belum lama ini.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Upaya pemulihan ekonomi yang telah terdampak pandemi covid-19 butuh dukungan serius seluruh pihak. Tak terkecuali di daerah, dengan mempercepat serapan anggaran.

Demikian keterangan resmi Imik Eko Putro, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Barat, Rabu 26 Mei.

Dijelaskan bahwa pemerintah pusat melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) telah menelurkan beragam kebijakan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta penyelamatan ekonomi bangsa.

DJPb sendiri turut berperan mendorong realisasi belanja agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Terutama untuk program prioritas.

Stimulus fiskal yang dilaksanakan tahun 2020 cukup berhasil menekan dampak pandemi, namun pemerintah melihat bahwa risiko penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi.
Olehnya, kebijakan penanganan pandemi covid-19 dan PEN tetap menjadi prioritas tahun ini.

Bidang Pembinaan Pelaksana Anggaran (DJPb) Sulbar, M Firbana menambahkan, pemerintah telah mengalokasikan kembali anggaran untuk PC PEN tahun 2021 senilai Rp 699,43 triliun atau meningkat sebesar 21 persen dibanding realisasi sementara Program PC-PEN 2020.

Dana PC PEN 2021 terbagi lima Klaster; Kesehatan Rp 176,3 T, Perlindungan Sosial Rp 157,4 T, Program Prioritas Rp 122,42 T, Klaster Dukungan UMKM dan Pembiayaan Korporasi Rp 184,83 T, serta Klaster Insentif Usaha Rp 58,46 T.

Sejauh ini, jelasnya, realisasi anggaran PC-PEN telah berjalan baik. Klaster kesehatan digunakan khususnya untuk therapeutic dan vaksinasi. Klaster Perlinsos untuk program bansos PKH, sembako dan bansos tunai BST, kartu prakerja, BLT Desa, dan Subsidi Kuota Internet Kemendikbud.

Klaster program prioritas digunakan untuk padat karya kementrian atau lembaga K/L, Ketahanan Pangan, Dukungan Pariwisata, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dan Klaster Dukungan UMKM dan Pembiayaan digunakan untuk Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Klaster yang terakhir adalah Klaster Insentif Usaha. Terdapat sembilan jenis insentif untuk dunia usaha, meliputi pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), PPh final untuk UMKM DTP, serta panak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor DTP.

“Kemudian, ada insentif bea masuk (BM), pembebasan PPh Pasal 22 impor, serta restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dipercepat,” urainya.

M Firbana menekankan bahwa Usaha Kanwil perbendaharaan dalam pelaksanaan PC-PEN ini adalah mengawal stakeholders terkait pelaksanaan pencairan dana PC-PEN supaya tepat sasaran dan tepat guna.

Adapun tantangan dalam pelaksanaan pencairan dana PC-PEN ini antara lain: kondisi pandemi yang masih membatasi penyaluran dana, pemenuhan administrasi, proses birokrasi di pusat masih butuh waktu tidak singkat, serta data penerima dana belum lengkap dan belum akurat.

“Harapan kami pada akhir triwulan kedua ini adalah data dari penerima dana dapat segera disampaikan dengan cepat dan tepat serta dana yang tersalurkan dapat berdampak tepat sasaran dengan tujuannya,” jelasnya.

Ditambahkan, realisasi anggaran di Sulbar sampai 21 Mei, pada sektor kesehatan sebesar 23,94 persen dari Pagu Rp 99,11 miliar (realisasi Rp 23,72 M). Sisi Perlindungan Sosial 17,69 persen dari pagu Rp 3,71 miliar (realisasi 0,66 M).

Kemudian bidang Ekonomi di sektor perdagangan, pengembangan usaha koperasi dan UMKM 13,37 persen, dari pagu Rp 2,72 M (realisasi Rp 0,36 M).

Sementara secara nasional, penangan covid-19 dan PEN berdasarkan jumlah presentase di sektor Kesehatan mencapai 12,45 persen (terealisasi Rp 21,82 T). Perlindungan Sosial 38,20 persen dari total pagu Rp 150,28 T (terealisasi Rp 57,40 T).

Selanjutnya, Program Prioritas 18,77 persen dari pagu Rp 123,67 T (terealisasi Rp 23,21 T). Serta dukungan UMKM dan Kooperasi 76,56 persen dari pagu Rp 15,36 T (terealisasi Rp 11,76 T). (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *