Menengok Ojek Perahu di Binuang, Lebaran, Rezeki Melimpah

  • Whatsapp
Menengok Ojek Perahu di Binuang, Lebaran, Rezeki Melimpah

TARIFNYA bervariasi. Mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Tergantung jarak tempuh.

Laoran: Gazali Ahmad,
Polewali Mandar

Bacaan Lainnya

Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi ojek perahu di dermaga penyeberangan Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Sejak Lebaran yang jatuh pada hari Kamis 13 Mei, lalu, mereka sudah kebanjiran penumpang.

Dalam sehari jumlah pengunjung yang menggunakan Dermaga Belang-belang Desa Tonyaman ini, mencapai ratusan orang.

Mereka umumnya menggunakan jasa ojek perahu yang didaerah ini disebut ‘taksi’.

Salah satu pengemudi taksi, Mahmud mengatakan, momen hari raya kali ini memberi berkah tersendiri baginya.

Pendapatannya melonjak tajam hingga tiga kali lipat. “Alhamdulillah pak, bisa menambah ekonomi kami. Penghasilan bisa sampai 70 persen hingga 300 persen dari sebelumnya,” ujarnya, akhir pekan kemarin.

Mahmud mengakui, jika hari biasanya penumpang sangat sepi dan hanya bisa mendapat uang puluhan ribu dalam sehari, namun di hari raya ini, ia mampu mendapatkan uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah dalam sehari.

“Paling ramai penumpang empat hari ini pak. Setelah itu kembali menurun, apalagi masih ada covid-19,” tambah Mahmud.

Mahmud mengendalikan kapal penumpang jenis Katinting. Sejenis perahu bercadik. Bagi warga lokal menyebutnya dengan nama “perahu taksi”.

Setiap perahu, mampu memuat 20 sampai 30 orang. Dalam sehari, Mahmud maupun nahkoda lainnya mengaku bisa menempuh rute sebanyak tiga kali pulang-balik.

Adapun perahu taksi yang beroperasi di dermaga ini kurang lebih sekitar 30 unit. Umumnya dioperasikan warga dari Pulau Battoa, Binuang.

Mahmud menyebut, tarif bervariasi untuk sekali penyeberangan. Mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Tergantung jarak tempuhnya.

“Kalau pulau Battoa tujuh ribu sampai sepuluh ribu. Tapi ada juga yang biasa carter sebanyak Rp 200 ribu,” sebut Mahmud.

Umumnya penumpang ini adalah para peziarah yang hendak bersilaturahim ke kerabatnya di Pulau Battoa.

Namun adapula yang berwisata religi ke makam Syekh Abdurrahim Kamaluddin, salah satu ulama penyebar agama Islam di wilayah Binuang yang makamnya terletak di Pulau Tangnga (Pulau Salamaq).

Sebagian lainnya mengaku hendak berwisata di Gusung Toraja yang elok karena pasir putihnya.

Salah seorang penumpang asal Kecamatan Wonomulyo, Sahali mengatakan, ia bersama keluarganya akan berwisata religi ke Pulau Salamaq.

“Ini sudah saya niatkan dan punya nazar akan kesana untuk ziarah makam ulama,” kata Sahali.

Pengguna jasa perahu taksi lainnya, Irwan mengaku akan berwisata ke pulau pasir putih bersama rombongan keluarganya yang berjumlah 15 orang.

“Saya tiap tahun habis lebaran pasti ke pasir putih, ini sudah tiga kalinya,” kata pria asal Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) ini. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *