Most Inspirational Regional Women Award 2021, Bentuk Apresiasi HerStory Indonesia pada Wanita Inspirasi

  • Whatsapp
foto: IST
Ketua TP-PKK Sulbar Andi Ruskati Ali Baal menjadi salag satu periah penghargaan dalam Most Inspirational Regional Women Award 2021.

JAKARTA, SULBAREXPRESS.CO.ID – Tak dapat dipungkiri bahwa peran wanita sangat amat penting dalam di dalam kehidupan sehari-hari. Di zaman sekarang, wanita sudah bisa mendapatkan haknya meski masih jauh dari kata kesetaraan gender.

Seiring berjalannya waktu, banyak wanita yang sadar pentingnya memberdayakan diri. Wanita di Indonesia kini memiliki kesempatan yang sama dengan kaum pria dalam berbagai bidang.

Untuk itu, HerStory Indonesia sebagai media khusus wanita memberikan apresiasi setinggi-tingginya berbentuk ‘E-Awarding Most Inspirational Regional Women Award 2021 : Women Development as The Core of Economic Recovery’ kepada wanita anutan di berbagai penjuru negeri, yakni para istri gubernur yang memiliki reputasi dan prestasi yang baik dalam mendukung tercapainya kesetaraan gender, mendukung pemulihan ekonomi nasional, mendukung program vaksinasi di tengah pandemi COVID-19 serta berkontribusi untuk memajukan daerahnya.

Tak lupa, HerStory juga kepada leader wanita berprestasi di perusahan BUMN dan juga lembaga swasta yang ikut andil memajukan negeri. Dengan adanya penghargaan ini, HerStory berharap agar banyak wanita yang dapat meningkatkan kontribusinya dalam mendukung pencapaian percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Tema ini dipilih karena HerStory percaya bahwa pengembangan dan peran perempuan adalah inti dari proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung. HerStory juga berharap para kartini masa kini yang mendapatkan penghargaan pada hari ini akan terus meningkatkan kontribusinya untuk mendukung percepoatan pemulihan ekonomi nasional,” kata Clara Aprilia Sukandar, Pimpinan Redaksi HerStory dalam pembukaan acara penghargaan Most Inspirational Regional Women Award 2021 yang diselenggarakan secara virtual oleh HerStory, member of Warta Ekonomi Group, Jumat (30/04/2021).

Menurut survei yang dilakukan United Nation tahun 2020 hanya sekitar 63 persen wanita saja yang terjun dalam dunia kerja. Padahal seperti yang kita ketahui peran wanita dalam memajukan perekonomian sangatlah besar. Kemudian secara global kesenjangan upah berdasarkan gender masih saja terjadi. Faktanya ada 740 juta perempuan secara global yang bekerja di ekonomi informal salah satunya adalah sektor UMKM. Banyak perempuan yang bekerja mendapatkan bayaran 35 persen lebih rendah daripada laki-laki di berbagai negara.

“Namun, sebagai kaum yang berdaya para perempuan harus tetap optimis walau adanya rintangan COVID-19 dan ketimpangan gender yang masih terjadi di dunia kerja, para perempuan harus yakin untuk mampu berperan dalam pemulihan ekonomi. Sama halnya yang dilakukan oleh TP-PKK di berbagai daerah dan juga para srikandi BUMN yang terus bersemangat dalam memberdayakan kaumnya, salah satunya dengan pengembangan UMKM di Indonesia,” imbuh Clara.

Muhamad Ihsan selaku Founder dan CEO HerStory juga mengatakan, “TP-PKK di berbagai daerah harus meningkatkan pendidikan dan ekonomi keluarga melalui berbagai upaya keterampilan dan pengembangan koperasi. TP-PKK harus meningkatkan ketahanan keluarga melalui pemenuhan pangan, sandang, perumahan sehat dan layak huni. Kita dapat melihat betapa pentingnya TP-PKK dalam hal pengembangan wanita di berbagai daerah Indonesia.”

Di acara yang sama, Ibu Tri Suswati Tito Karnavian selaku Ketua TP-PKK merasa bangga bahwa Tim Penggerak PKK mendapat apresiasi atas kerja keras serta pengabdiannya di usia 49 tahun.

“Tim Penggerak PKK merupakan mitra pemerintah yang mendampingi pemerintah untuk mensukseskan program-program pemerintah dalam 10 program pokok PKK. Tim Penggerak PKK sebetulnya adalah perkumpulan para perempuan yang juga dipimpin oleh para istri kepala daerah,” ujar Tri Suswati Tito Karnavian.

“Kami merasa bahwa penghargaan ini memang pantas diberikan kepada kader-kader PKK yang telah banyak mengabdikan diri ikut mensukseskan program pemerintah agar mencapai masyarakat yang sejahtera, dan sudah banyak juga tim penggerak PKK, para kadernya melaksanakan pemberdayaan masyarakat agar mencapai tingkat ekonomi yang lebih baik, tentu juga tingkat kesehatan, pengetahuan dan lain-lain. Semoga penghargaan ini bisa memotivasi kita semua agar bisa bekerja lebih baik lagi. Dan tentunya kita tidak henti-hentinya kita terus berupaya kinerja Tim Penggerak PKK bisa betul-betul optimal dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tukasnya.

Dalam E-Awarding kali ini, tim riset HerStory dan Warta Ekonomi menggunakan metodelogi penelitian dengan cara media monitoring dengan mengutilasi Boolean Technique, yakni melihat sentiment positf dari media mainstream dan media sosial.
Adapula yang menjadi indicator penilaian ialah reputari, prestasi, serta dukungan terhadap program pembangunan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *