Mudik Lebaran Tunggu Hasil Rakor Bersama

  • Whatsapp
FOTO: IST
Aktivitas penerbangan di Bandara Tampa Padang, Mamuju.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Terkait larangan mudik, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar telah menandatangani Surat Edaran (SE) meski hingga saat ini belum dipublis. Pemerintah masih butuh pertimbangan seluruh pihak.

Gubernur Sulbar bisa saja melonggarkan mudik lintas kabupaten meski dengan kondisi pandemi saat ini. Namun hal itu masih perlu dibahas dengan unsur terkait, termasuk Bupati se-Sulbar.

Bacaan Lainnya

“Semoga ada toleransi, hanya jangan saling mengunjungi, hindari kerumunan,” tutur Ali Baal saat ditemui di rujab Gubernur Sulbar, kemarin.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Sulbar, Maddareski Salatin menjelaskan, SE Gubernur Sulbar sebagai tindak lanjut SE Satgas Covid-19 No 13/2021 tentang pengetatan dan larangan mudik Lebaran dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi selama Masa Idul Fitri 1442 Hijriah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Mengenai tindak lanjut SE Gubenur, pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan seluruh kabupaten termasuk unsur Forkopimda se Sulbar.

“Besok (Hari ini, red) ada pertemuan dengan para unsur Forkopimda se sulbar membahas terkait itu,” ujarnya.

Kata dia, jika disepekati memberikan kelonggaran mudik lintas kabupaten, maka pihaknya akan memaksimalkan pengawasan di tiga titik perbatasan, yakni Paku, Suremana, dan Sumarorong. Khusus untuk penyeberangan lewat bandara udara, harus tetap mengutamakan pemeriksaan hasil rapid antigen. “Yang diperketat adalah jalur masuk lintas provinsi,” tandasnya.

ASN Tunda Mudik

Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi meminta semua jajaran ASN lingkup Pemkab Mamuju untuk sementara menunda melakukan mudik lebaran. Hal itu diutarakan Sutinah Suhardi saat di konfirmasi wartawan usai melakukan pelantikan pejabat administrator dan pengawas di kantor bupati Sapota’, Senin 3 Mei 2021.

Ia menambahkan, perintah untuk menunda mudik tahun ini dilakukan demi mencegah rutinitas masyarakat di hari raya menjadi kluster baru penularan pandemi. Olehnya bupati menegaskan tidak akan mengeluarkan izin bagi semua ASN yang ingin keluar daerah.

Untuk melakukan pengawasan, akan diserahkan kepada kepala OPD masing-masing untuk melakukan evaluasi. Namun ia meyakini ASN yang baik tentu akan senantiasa menaati aturan. (idr/sol)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *