Pembatasan Tidak Kendor

  • Whatsapp
FOTO: BPBD SULBAR
PUTAR BALIK. Petugas di posko terpadu Paku Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar saat menegakkan regulasi terkait larangan mudik.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulbar masih memperketat pintu masuk, menyukseskan kebijakan larangan mudik lebaran tahun ini.

Sudah ribuan kendaraan yang dihentikan. Tak penuhi syarat harus putar balik. Seperti dilakukan aparat gabungan di posko perbatasan Paku, Kabupaten Polewali Mandar yang berbatasan dengan Kabupaten Pinrang, Sulsel.

Bacaan Lainnya

Kebijakan tersebut mengacu pada jadwal pembatasan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat, mulai 6 sampai 17 Mei.

“Pembatasan tidak kendor meski sudah akan berakhir. Dilakukan sebagai upaya menekan angka penyebaran pandemi Covid-19,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Sulbar, Maddareski Salatin.

Dia menegaskan bahwa petugas gabungan di perbatasan tetap konsisten mengawal surat edaran pemerintah pusat terkait upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan.

“Sampai saat ini kita masih mengacu per tanggal 17 Mei pada penugasan posko terpadu, walaupun penyekatan per tanggal 24 tidak dilakukan lagi dalam posko terpadu di Sulbar,” sebutnya saat dikonfirmasi Minggu 16 Mei.

Dijelaskan, Sulbar tidak masuk dalam 30 provinsi yang melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro. Namun demikian, Maddareski menjamin, penyekatan di posko sampai hari ini masih dilakukan dengan ketat.

“Saya meminta teman-teman yang bertugas di posko terpadu untuk mengantisipasi ASN Pemprov yang akan kembali masuk bekerja. Apabila ditemukan maka akan mendapat pencatatan khusus dan sanksi akan mereka terima, berupa pemotongan TPP,” imbuh Maddareski.

Diketahui, regulasi tentang pengndalian transportasi selama masa idul fitri dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19, diperkuat SE Gubernur Sulbar Nomor 11 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi dan pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah atau mudik dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus di wilayah Sulbar.

Untuk itu, Pemprov Sulbar bersama pihak kabupaten, mendirikan empat posko terpadu di area perbatasan antar provinsi.

Yakni; Posko I di Desa Paku Polman (perbatasan Sulbar-Sulsel), Posko II Sarjo Pasangkayu (perbatasan Sulbar-Sulteng), Posko III wilayah Pasapa, Mamasa (batas Sulbar-Sulsel), dan Posko IV di daerah Leqbeng.

Empat posko diisi tim dari lintas sektor; Perhubungan, Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tim ini juga dilengkapi alat rapid test gratis bagi pelaku perjalanan transportasi darat.

Khusus untuk pagi hingga siang kemarin, tercatat 85 mobil terpaksa diminta putar balik karena tak memenuhi ketentuan sesuai dalam Permenhub 13/ 2021 yang sudah beredar luas di masyarakat.

Dalam keterangannya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, Darno Majid menerangkan, penularan Covid-19 terjadi karena adanya interaksi antarmanusia, sehingga pemerintah memberlakukan larangan mudik Lebaran tahun ini.

Kebijakan ini berdasarkan berbagai macam pertimbangan, khususnya pengalaman di lapangan, dalam rangka menekan angka penularan wabah korona.

“Masyarakat diminta untuk tidak melakukan mudik lebaran 1442 Hijriah tahun ini dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19,” tegasnya.
karena itu, pihaknya pun menyiapkan dukungan personel di lapangan dalam rangka untuk membackup Kepolisian, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan dalam melakukan penyekatan di perbatasan.

“Kita wajib membantu semua instansi dalam menjalankan dan menyukseskan yang menjadi imbauan pemerintah terkait larangan mudik ini,” jelasnya.

Selain itu, urai Darno dibutuhkan pula dukungan dan kerja keras semua pihak. Tidak hanya dari pemerintah, juga dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedisiplinan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di Provinsi Malaqbi. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *