Penukaran Uang Ramadan dan Idul Fitri, BI Siapkan Rp483 Miliar

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat M Bugie saat diwawancarai di kantornya, Rabu 5 Mei 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Barat, menyiapkan Rp483 miliar uang tunai untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2021. Penukaran uang bisa dilakukan diseluruh bank yang ada di Sulbar.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat M  Bugie mengatakan jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 8,1 persen berdasarkan kebutuhan pada periode Ramadan tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Uang yang disiapkan Rp483 Miliar dari kebutuhan yang tersedia ada peningkatan 8,1 persen, sebelum Ramadan sebesar Rp447,4 miliar,” kata Bugie saat dikonfirmasi, Rabu 5 Mei.

Menurutnya hal Itu dilakukan BI setiap memasuki hari besar keagamaan nasional (HBKN) dengan melibatkan dan juga bekerjasama perbankan untuk melakukan penukaran di 65 titik di Sulawesi Barat.

“Kami menyiapkan penukaran di 65 titik di seluruh kabupaten di Sulbar seperti
Bank Sulselbar, BRI, BNI, BSI, Bank Mandiri, Bank Mega, Bank Sinar Mas, Bank Panin, Bank Muamalat dan BTPN juga bekerjasama dengan kantor Kas Unit Bank Sulselbar dan BRI,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kenaikan proyeksi kebutuhan uang di periode Ramadan dan Idulfitri di 2021 ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya BI telah memperhitungkan asumsi makro ekonomi di mana kondisi ekonomi di Sulbar pasca gempa ada perbaikan, itu berdampak pada layanan di sektor keuangan salah satunya perbankan.

Bugie menilai pertumbuhan ekonomi di Sulbar saat ini telah mengalami pergerakan kearah yang lebih baik, itu berdasarkan survei indeks konsumen dan perdagangan.

“Meskipun sifatnya masih lambat tetapi arahnya positif, pergerakannya kearah lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, hal yang paling mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulbar, adalah ekspor dimana ekspor lebih besar dari sebelumnya.

Pihaknya juga terus berupaya untuk melakukan terobosan untuk lebih meningkatkan lagi perekonomian di Sulbar, salah satunya dengan melibatkan UMKM di Sulbar.

“UMKM sudah mulai bergerak, ini dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat, kami juga melakukan pelatihan dan edukasi peningkatan kapasitas pelaku UMKM, juga mendorong UMKM untuk bertransaksi melalui online,” jelasnya.

Ia berharap sinergitas, keterlibatan dan kerjasama seluruh pihak khususnya di pemerintah baik pemerintah kabupaten dan provinsi untuk mendorong peningkatan ekonomi di Sulawesi Barat. (idr/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *