Perkuat SDM Hadapi Pemilu di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Perkuat SDM Hadapi Pemilu di Tengah Pandemi
PELAKSANAAN sosialisasi dan evaluasi pemilihan oleh pihak Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju, Selasa 25 Mei 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Agenda Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, kemungkinan masih diperhadapkan pada pandemi covid-19.

Ancaman wabah korona ini, akan jadi tantangan tersendiri di tiap tahapan Pemilu akan datang. Apalagi pelaksanaan vaksinasi saat ini masih belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Karenanya, persiapan lebih dini dan matang dibutuhkan oleh para penyelenggara. Tak terkecuali oleh pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di seluruh daerah.

Menurut Tenaga Ahli Bawaslu RI, Bahtiar Baetal, pengalaman Pilkada Serentak lalu telah memaksa untuk dilakukan penyesuaian-penyesuaian akibat pandemi covid-19. Diantaranya, mengharuskan adanya pembatasan mobilitas massa.
“Ini membuat kerja Bawaslu semakin berat,” ujar Bahtiar saat menghadiri kegiatan evaluasi yang digelar Bawaslu Sulbar di Mamuju, Selasa 25 Mei.

Sehingga, hemat dia, dengan Pemilu 2024 dengan pandemi yang masih mengintai, maka Bawaslu perlu melakukan penataan-penataan lebih awal agar maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan, baik elektoral maupun non elektoral.
“Dalam regulasi teknis yang dikeluarkan oleh Bawaslu maupun KPU, juga mengatur mengenai pengawasan pencegahan dan pengendalian wabah Covid-19 dalam setiap pelaksanaan tahapan pemilihan,” jelasnya.

Diketahui, dalam proses pengawasan pemilihan sebelumnya, adanya tugas tambahan bagi Bawaslu, dengan lahirnya PKPU 13/ 2020, terkait penegakan protokol kesehatan (Prokes).
Ketentuan dalam regulasi tersebut menekankan Prokes ketat, mulai dari tahapan pendaftaran bakal pasangan calon, kampanye, debat publik, hingga pemungutan suara.

Diantaranya; petugas maupun pihak terkait harus mengenakan alat pelindung diri berupa masker dan sarung tangan sekali pakai; Kemudian, membatasi jumlah orang yang ada di dalam ruangan; tidak membuat kerumunan; dan menghindari jabat tangan atau kontak fisik lainnya;
Selain itu, semua yang terlibat Pilkada 2020 wajib untuk menjaga kebersihan di tempat pendaftaran; Masyarakat juga dilarang untuk menggelar iring-iringan; Di tempat pemungutan suara (TPS) pemilih diwajibkan menggunakan masker, cek suhu tubuh dan mencuci tangan pakai sabun.

Olehnya, dinilai penting mengoptimalkan persiapan pengawasan menyongsong agenda pemilihan 2024 dengan potensi kesamaan penyelenggaraan dengan Pilkada Serentak 2020 yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19.
Menurutnya, perlu dilakukan penguatan-penguatan sumber daya manusia agar pengawasan nantinya betul-betul berjalan efektif dan maksimal, meski agenda Pemilihan Serentak 2024 harus berjalan di tengah pandemi covid-19. (id-cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *