Polresta Mamuju Perketat Prokes di Objek Wisata, 112 Personel Kawal 21 Titik

  • Whatsapp
Polresta Mamuju Perketat Prokes di Objek Wisata, 112 Personel Kawal 21 Titik
FOTO:IST PENGAMANAN. Personel Polresta Mamuju mengamankan sejumlah tempat wisata di wilayah hukum Polresta Mamuju, Minggu 16 Mei 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Libur lebaran dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk melakukan rekreasi ke sejumlah tempat wisata. Penerapan protokol kesehatan (Prokes) pun diperketat.

Kondisi ini sudah lazim terjadi tiap tahunnya, terlebih saat ini dengan adanya peraturan pemerintah terkait larangan mudik, masyarakat memilih cara lain untuk menikmati libur akhir pekan dengan cara mengunjungi tempat-tempat wisata seperti tempat bersejarah, taman hiburan, wisata bahari dan objek publik lainnya.

Mengantisipasi kerawanan kamtibmas, personel Polresta Mamuju mengamankan sejumlah tempat wisata sekaligus lakukan pengetatan Prokes bagi pengunjung.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Bripka Sulaiman mengatakan, libur panjang kali ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga dibutuhkan konsistensi masyarakat untuk selalu menerapkan protokol Kesehatan dalam beraktivitas.

“Menjaga konsistensi menjalankan protokol kesehatan bukanlah pekerjaan mudah, butuh keseriusan dan kesadaran bersama, sehingga diharapkan masyarakat tetap menerapkan protokol Kesehatan dalam aktivitasnya” kata Bripka Sulaiman, Minggu 16 Mei.
Ia menjelaskan dari jajaran Polresta Mamuju ada sebanyak 112 personel polresta Mamuju yang diterjunkan ke 21 titik objek wisata yang ada di wilayah Mamuju.

Diantaranya; Anjungan Pantai Manakarra, Bukit Anjoro Pitu, Kali Mamuju Soddo, Air Terjun Tamasapi, Rumah adat mamuju, Pantai Rangas, Dermaga Sumare, Pulau Karampuang, Air Terjun Le’beng, Pantai Ngalo, Malauwwa, Lombang-Lombang, Permandian Gentungan, dan Wisata Manggrove Ampallas.

Menurutnya, itu dilakukan guna menjaga kondusifitas kamtibmas sekaligus dirangkaikan dengan pengetatan protokol Kesehatan demi mencegah penyebaran covid-19 di wilayah Mamuju.

“Personel yang melakukan pengamanan itu juga sekaligus pengawasan protokol kesehatan, sambil melakukan imbauan kepada masyarakat yang sedang liburan. Jadi, diharapkan sebaiknya hindari interaksi serta mobilitas tinggi, karena Kita tidak tahu seseorang terpapar corona atau tidak, apalagi yang tanpa gejala,” tandasnya. (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *