BNNP Sulbar Bongkar Sindikat Sabu, Gubernur: Bikin Malu

  • Whatsapp
FOTO:IDRUS IPENK
KONFERENSI PERS. Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol Sumirat Dwinarno bersama Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Danrem 142 Tatag/Mamuju Brigjen TNI Firman Dahlan, dan Perwakilan Kejati serta Polda Sulbar dalam konferensi pers di Jalan Yos Sudarso, Mamuju, Senin 31 Mei 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar membongkar sindikat narkoba lintas provinsi. Delapan pelaku diamankan.

Dari tangan mereka BNNP bersama BNNK Polewali Mandar mengamankan barang bukti 101,89 gram narkotika jenis sabu. Diamankan dari dua titik Polman.

Bacaan Lainnya

Kepala BNNP Sulbar, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto menerangkan kasus pertama berlangsung di Kecamatan Mapilli, Polman. Bermula saat pihaknya melakukan pemantauan dan pendalaman, pada Rabu 19 Mei di Desa Kurma, Mapilli.

Tanggal 20 Mei, sekira pukul 06.00 Wita, di Pareddeang Desa Kurma, tim melakukan penangkapan terhadap laki-laki IL Alias KIL yang merupakan resedivis tindak pidana narkotika.

“Ditemukan telah menyimpan tujuh saset narkotika jenis sabu seberat 0,5701 Gram di dalam bungkus rokok merk Magnum yang disimpan di pohon nangka dekat rumah dan uang tunai Rp 11.000.000, di rumah IL Alias KIL,” jelas Brigjen Sumirat dalam konferensi pers di Mamuju, Senin 31 Mei.

Pendalaman pun dilakukan, dan diketahui bahwa sabu tersebut merupakan sisa dari 12 gram yang sudah dijual kepada IR Alias IP dan dipakai bersama. Sedang uang Rp 11.000.000 kata dia, merupakan pembayaran 10 gram sabu dari IR.

“Selanjutnya Anggota BNNP Sulbar dan BNNK Polman melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan Lelaki IR Alias IP sekitar pukul 09.00 wita di depan Masjid Lapeo Kecamatan Campalagian, Polman,” kata Brigjen Sumirat, di Kantor BNNP Sulbar.

Saat itu, tersangka mengendarai mobil Agya silver dari hasil pendalaman diperoleh keterangan bahwa IR telah membeli sabu sebanyak 10 gram dari IL dan sudah dibayar Rp 11 juta, namun sabu sebanyak 10 Gram tersebut sudah diserahkan kepada Lelaki IRW Alias IW di Majene.

Kini, IL dan IR beserta barang bukti diamankan ke Kantor BNNP Sulbar untuk proses hukum lebih lanjut.

Mereka dikenakan pasal 114 Ayat (1) jo Pasal 132 dan Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika ancaman pidana minimal 4 tahun penjara dan maksimal hukuman penjara dua puluh 20 tahun.

Brigjen Pol Sumirat melanjutkan, kasus kedua terjadi di Desa Paku Kecamatan Binuang, Polman dan di Desa Kariango Kecamatan Mattiro Bulu, Pinrang.

Itu juga, berdasarkan hasil penyelidikan tim pemberantasan BNNP Sulbar dan BNNK Polman selama satu pekan sebelumnya, dimana diperoleh bahan keterangan atau informasi ada rencana masuknya narkotika jenis sabu dari Kabupaten Pinrang.

Tim gabungan pun melakukan pemantauan dan pendalaman pada Jumat, 21 Mei 2021. Sekira pukul 20.00 Wita, di Desa Paku tim berhasil mengidentifikasi dan memberhentikan mobil angkutan umun dengan Nomor Polisi DC 1541 CW pada saat melintas menuju Polman.

“Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa satu saset plastik bening berukuran sedang yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 50 gram yang diselipkan dibawah setir kemudi mobil, serta turut diamankan dua orang yakni, lelaki MA Alias AL dan Lelaki NAH Alias ACO,” beber Brigjen Sumirat.

Ia memaparkan, hasil pendalaman diketahui bahwa uang yang digunakan MA untuk membeli sabu berasal dari Lelaki HUS Alias KAN senilai Rp 17 juta, lelaki AND Alias AT Rp 6 juta, dan lelaki SAP Alias AP Rp 7 juta. Sehingga jumlah total uang terkumpul Rp 30 juta dan telah digunakan MA membeli satu sachet sabu dengan berat sekitar 50 gram senilai Rp 25 juta. Sedang sisanya Rp 5 juta dikantongi oleh MA sebagai upah.

“Selanjutnya anggota BNNP Sulbar dan BNNK Polman melakukan pengembangan dan pada hari sabtu tanggal 22 Mei 2021. Tim berhasil mengamankan HUS di Desa Lembang–Lembang, Tinambung. Serta AND Alias AT dan SAP Alias AP di Desa Pulliwa,” bebernya.

Brigjen Sumirat menambahkan, tim gabungan masih melakukan pengembangan dari kasus ini ia masih akan mengejar beberapa pelaku yang masuk dalam jaringan tersebut.

Sementara Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengutarakan keprihatinannya, melihat masih maraknya peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Sulbar.

Ditambah lagi para pelaku terbilang masih muda, sehingga mudah tergiur dengan iming-iming penghasilan yang menjanjikan.

“Kami prihatin dengan banyaknya masyarakat yang menjadi korban dari narkotika ini,” ucapnya usai melepas atlet tenis meja di Kantor BNNP Sulbar.

Menurutnya, masalah ini harus ditangani secara baik dan bersama-sama. “Ini pun menjadi bahan introspeksi daerah khususnya diri sendiri agar kedepan tidak ada lagi menjadi korban akibat penyalahgunaan narkotika,” imbuh Ali Baal.

Gubernur merasa sangat malu dengan masih banyaknya warga Sulbar yang terlibat dalam kasus narkoba.

“Kita sangat mengharapkan, kita semua mempunyai kesadaran sendiri. Bikin malu. Bukan saya senang, tetapi ini bikin malu daerah kita,” tandasnya. (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *