Gubernur Incar Posisi Ketua KONI, Banyak Dukungan, Berkas Hasrat Ditolak

  • Whatsapp
Gubernur Incar Posisi Ketua KONI, Banyak Dukungan, Berkas Hasrat Ditolak
MULUS MENDAFTAR. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengembalikan berkas pendaftaran bakal calon Ketum KONI Sulbar ke Sekretariat Panitia, di Mamuju, Minggu malam 20 Juni 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar jadi orang pertama mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulbar periode 2021-2025.

Ali Baal menyerahkan berkas pendaftarannya kepada panitia penjaringan Balon Ketua KONI Sulbar di sekretariat Panitia Musprov, di Hotel Grand Mutiara Mamuju, Minggu malam 20 Juni.

Bacaan Lainnya

“Tentu, itu bukan berarti tidak memberikan kesempatan kepada yang lain, karena saya juga akan selesai, lantas saya bertanya kepada teman-teman, apakah saya bisa menjadi ketua KONI Sulbar,” jelas gubernur.

Diketahui, masa jabatan Ali Baal selaku gubernur tidak lama lagi akan berakhir.

Menurutnya, niatnya maju juga karena melihat kondisi Olahraga di Sulbar yang belum menunjukkan hal positif bagi provinsi ke-33 ini. Ia pun berambisi melakukan pembenahan di internal KONI.

“Kami melihat potensi anak-anak kita di Sulbar di bidang Olahraga cukup baik, nah untuk mengembangkan potensi mereka itu kita perlu dukung secara maksimal melalui pembinaan oleh KONI. Kepentingan saya ingin membina untuk lebih maju di bidang olahraga, tentu kami akan siap membantu,” jelasnya.

Selain itu, perlu dibenahi sarana dan prasarana olah raga termasuk sekretariat. Ali Baal berencana menggandeng pihak swasta untuk membangun sekretariat KONI di Sulbar.

“Selama belasan tahun KONI Sulbar belum punya kantor permanen. Ini juga akan bicarakan di Pemprov dan juga kemungkinan keterlibatan pihak swasta untuk mendukung pembangunan kantor tersebut,” kata Ali Baal.

“Pemprov tahun ini akan membangun sarana pendukung olah raga renang yakni kolam renang di Majene dan Mamuju, dan mungkin tahun 2022 kita akan bangun lagi di kabupaten lainnya,” imbuh Gubernur.

FOTO: IDRUS IPENK
LAYANGKAN SOMASI. Rahmat Idrus bersama Hasrat Lukman saat memberikan peringatan kepada panitia penjaringan Balon Ketum KONI Sulbar. Mamuju, Senin 21 Juni 2021.

Sekretaris Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon ketua KONI Sulbar, Mayjen TNI (Pur) Heru Suryono menyampaikan, bakal calon Ketua KONI yang melakukan mendaftar dan melakukan pengembalian berkas hanya ada satu calon.

Ia menjelaskan setelah dilakukan serah terima berkas syarat pendaftaran dan pengembalian formulir, selanjutnya yaitu memasuki tahap verifikasi dan validasi berkas selama dua hari.

“Tahapan selanjutnya setelah pengembalian formulir ini, kita akan lakukan tahap verifikasi dan validasi berkas selama dua hari dan hasilnya kita sampaikan ke calon, setelah itu kita akan laksanakan Musprov tanggal 28 Juni nanti di Majene,” terangnya.

Menurutnya, hal itu telah sesuai dengan jadwal yang telah disampaikan melalui Rakor di Majene.

“Pendaftar hanya satu. Ini (jadwal) dipadatkan karena situasional pandemi covid. Ini telah kita sosialisasikan dua hari yang lalu di Majene, semuanya sudah sesuai mekanisme dan tata tertib yang telah kita sosialisasikan dan tetapkan secara bersama,” tandasnya.

MENDOMINASI
DUKUNGAN
Di lain sisi, Hasrat Lukman sebagai salah satu bakal calon lainnya mengaku mendapat perlakukan berbeda.
Jika berkas pendaftaran Ali Baal diterima, Hasrat mendapat penolakan.

Hasrat sendiri berniat mencalonkan diri dalam rangka melakukan pembenahan di KONI Sulbar.

“Secara adminitrasi saya sudah dua periode di KONI Sulbar, atas dasar itulah saya ingin maju menjadi ketua dan melakukan perbaikan di KONI Sulbar,” kata Hasrat.

Ia mengaku secara adminitrasi dukungan syarat calon seluruhnya sudah dipenuhi, termasuk syarat calon harus didukung 30 persen oleh KONI Kabupaten.

“Syarat pertama harus didukung 30 persen KONI kabupaten dan saya sudah kantongi empat, Syarat kedua didukung oleh 30 persen anggota KONI cabor, saya sudah kantongi sebanyak sekira 8 atau 9 cabor termasuk SKCK, bebas narkoba, Swab dan itu sudah saya penuhi namun saya ditolak,” jelasnya.

Menurutnya, sesuai persyaratan secara umum tidak satupun calon lain bisa mendaftar karena syarat dukungan sudah tidak bisa dilakukan lagi.

“Sebagai warga negara yang taat hukum, maka saya akan menempuh segala upaya hukum atas marginalisasi kepada saya,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *