Kinerja OPD Dinilai Belum Maksimal

  • Whatsapp
IST
SEKPROV Sulbar, Muhammad Idris DP memimpin rapat bersama OPD lingkup Pemprov Sulbar, di Kantor Bappeda Sulbar.

SULBAREXPRESS.CO.ID – Capaian kinerja Pemprov Sulbar masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Itu diakui Sekprov Sulbar, Muhammad Idris DP saat memimpin rapat evaluasi bersama Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra M. Natsir dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Junda Maulana.

Idris meminta kepada seluruh OPD terkait, utamanya yang bergerak pada sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat desa, infrastruktur dan rumah sakit untuk meningkatkan kinerja masing-masing.

“Mohon agar kiranya bisa menjadi perhatian kepada teman-teman yang menyusun program di masing-masing OPD terkait. Semoga kalau dana PEN ini turun bisa mendongkrak sedikit pembangunan ke arah pencapaian di indikator kinerja utama kita. Konsisten pada apa yang memang harus diwujudkan,” urainya, Rabu 16 Juni.

Idris menekankan, disiplin dalam perencanaan itu sangat membantu, sebab jika gagal berarti merencanakan kegagalan. Karenanya asistensi menjadi bagian dari upaya menyelaraskan berbagai prioritas untuk dibahas bersama.

Pertemuan ini merupakan bagian dari verifikasi rencana kerja dan program prioritas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulbar tahun 2022 yang berlangsung di Kantor Bappeda Sulbar.

Asisten I, M. Natsir mengatakan, dengan asistensi akan menyatukan pemahaman, misalnya pembangunan dan pemutakhiran data, serta mempertegas 65 program prioritas utama gubernur di periode 2017-2022.

“Harapan kita ada pada pemutakhiran data, sehingga semua program perencanaan kita bisa tersistematis dengan baik dan tidak ada lagi proses perencanaan penganggaran yang tidak berbasis pada data, yang akhirnya akan menginput anggaran yang lebih besar daripada sasaran,” beber Natsir.

Sementara Asisten II, Junda Maulana mengingatkan OPD untuk tidak berbangga pada indikator kinerja utama yang diraih berada pada kisaran angka yang cukup.

“Dengan capaian yang telah diraih lantas membuat kita berpangku tangan atau bangga, sehingga tidak ingin membuat perubahan lagi untuk bisa meningkatkan kinerja kedepannya atau tidak ada lagi upaya yang dilakukan pada 2022 untuk naik di 2023. Jangan sampai kita puas dengan angka sekarang, itu yang kita takutkan,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *