Launching Sulbarprov-CSIRT, Diproyeksi Bentengi Data Digital

  • Whatsapp
FOTO: IST
MELAUNCHING, Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP bersama Deputi Penanggulangan dan Pemulihan Badan Siber dan Sandi Negara Mayjen TNI Yoseph Puguh Eko Setiawan, dan Kepala Dinas Kominfo Sulbar, di Hotel Grand Mutiara Mamuju Selasa 22 Juni 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID — Di era digital ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi barat, terus berupaya memberikan keamanan data dan informasi untuk mencegah serangan siber.

Kemarin, Pemprov melaunching Sulbarprov-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) atau tim respon insiden keamanan komputer (Siber) Sulbar.

Bacaan Lainnya

Launching dihadiri Deputi Penanggulangan dan Pemulihan Badan Siber dan Sandi Negara, Mayjen TNI Yoseph Puguh Eko Setiawan.

Mayjen Yoseph mengatakan pembentukan Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber bertujuan mendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik yang aman dan kondusif. Ia menyebut potensi ancaman di ruang siber dapat bersifat teknis maupun sosial.

“Karena itu, dengan pembentukan tim ini kita berharap tim dapat berkolaborasi untuk menciptakan ruang siber Pemprov Sulbar yang siaga, aman dan kondusif. Dan melalui Diskominfo, CSIRT di kabupaten/kota dapat segera dibentuk,” tegasnya, Selasa 22 Juni.

Sekertaris Provinsi Sulbar, Muhammad Idris DP mengatakan langkah tersebut adalah upaya Pemprov memberikan kemudahan terhadap layanan publik berbasis teknologi digital. Sekaligus untuk memberikan perlindungan atas data dan informasi yang rentan disalahgunakan.

Sejalan arah pembangunan RPJMD Sulbar yang Maju dan Malaqbi, dengan berkomitmen untuk menjadikan Sulbar sejajar dengan daerah lain.

“Salah satu pilar pembangunan provinsi Sulbar sebagai langkah strategis gubernur dalam mewujudkan daerah yang berdaya saing dan sejajar dengan daerah lain, yaitu mewujudkan pemerintahan bersih modern dan terpercaya,” kata Idris.

Ia menjelaskan, Pemprov Sulbar dalam sistem tata kelola dan informasi yang terintegrasi, telah melakukan pengembangan pengelolaan sistem maupun aplikasi mengarah kepada kemajuan revolusi teknologi industri 4.0.

Merupakan upaya Pemprov untuk mewujudkan layanan yang modern. Akan tetapi yang menjadi hal utama dan perhatian seluruh pihak adalah pengamanan data dan informasi. Sehingga untuk menjaga keamanan data dan informasi harus memenuhi beberapa aspek.

“Seperti, confidentiality atau kerahasiaan data dan informasi, integrity atau keutuhan data dan informasi, Authentication atau keaslian data dan informasi, Non-repudiation atau kebenaran pengirim data dan informasi serta Access control atau kelegalan akses terhadap data dan informasi,” ujarnya.

Itu juga, Lanjut Idris, sebagai tindak lanjut dari pemerintah pusat melalui Badan Siber dan Sandi Negara yang gencar melakukan pembentukan tim respon pengamanan inside siber.

Menurutnya, tantangan di tengah pandemi adalah penerapan teknologi informasi yang berbasis elektronik, mutlak dilaksanakan demi memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mendukung hal itu maka penyelenggaraan sistem elektronik wajib menyediakan sistem pengamanan yang mencakup prosedur dan sistem pencegahan penanggulangan dan pemulihan terhadap ancaman dan serangan yang menimbulkan gangguan kegagalan dan kerugian,” ucapnya.

Pihaknya menjamin, sistem elektronik dapat beroperasi secara terus-menerus melalui mekanisme penanggulangan insiden atau pemulihan insiden yang dilakukan oleh tim penanggulangan dalam pemulihan atau lebih dikenal dengan istilah computer security incident respons.

“Semoga launching ini Sulbarprov hari ini bisa mendukung pelaksanaan arsitektur SPBE pemerintah Sulbar yang Aman dan Malaqbi,” tandasnya.

Kepala Dinas Kominfo Sulbar, Safaruddin Sanusi menambahkan, agenda ini akan dapat membangun, mengkoordinasikan serta mengelaborasikan serta mengoperasionalkan sistem mitigasi manajemen terhadap keamanan siber di lingkup Pemprov Sulbar.

Ia menjelaskan, ada tiga layanan utama yang bisa dimanfaatkan dari Sulbarprov-CSIRT yakni tim akan memberikan layanan reaktif, layanan proaktif dan manajemen layanan.

“Melalui layanan tersebut diharapkan mampu melakukan penanggulangan dan pemulihan terhadap insiden siber, melakukan audit atau penilaian keamanan, serta mampu melakukan analisis risiko terhadap insiden yang terjadi,” jelasnya.

Ia berharap seluruh pihak dan stakeholder terkait dapat membangun kerja sama yang baik, dalam rangka penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber di Sulbar. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *