Malam Renungan HANI 2021, Perang Lawan Narkoba demi Masa Depan Bangsa

  • Whatsapp
foto: SULBAR EXPRESS
BNNP Sulawesi Barat menggelar malam renungan keprihatinan terhadap korban penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Anjungan Pantai Manakarra, Jumat malam, 25 Juni 2021.

Angka kasus penyalahgunaan narkotika mendapat perhatian di mata dunia. Itu dibuktikan dengan momen Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh setiap tanggal 26 Juni.

Berbagai kalangan di belahan dunia menjadikan momen HANI sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya kasus penyalahgunaan narkotika, termasuk di Indonesia, khususnya di Provinsi Sulawesi Barat.

Untuk menghargai momen ini, BNNP Sulbar menggelar Malam Renungan Keprihatinan Terhadap Korban Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Kegiatan ini dilaksanakan di Anjungan Pantai Manakarra pada Jumat malam, 25 Juni 2021 hingga dini hari.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan pemerintah daerah, Forkopimda, perbankan, tokoh masyarakat, dan media massa. Diawali sambutan Kepala BNNP Sulbar, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto, sambutan Maradika Mamuju, H. Andi Bau Karam Dai, dan Asisten I Pemkab Mamuju, Tonga.

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan monolog, kesaksian mantan pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba yang telah direhablitasi dan pulih, serta pembacaan puisi.

Sebelum acara penutupan, Kepala Kanwil Kemenag Sulbar Muflih. B Fattah membacakan doa kemudian dilanjutkan lagu Padamu Negeri dan foto bersama.

“Peringatan HANI merupakan perwujudan keprihatinan seluruh bangsa dan negara di dunia untuk memberikan dukungan, motivasi dan semangat kepada korban penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba untuk bangkit kembali meraih kehidupan yang lebih baik dan manusiawi,” kata Kepala BNNP Sulbar, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto.

Kata dia, maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika baik di Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Barat menjadi perhatian dan keprihatinan tersendiri bagi BNNP Sulawesi Barat. Masifnya peredaran gelap narkotika yang diungkap BNN dan Polri menjadi dasar keprihatinan Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto.

“Beberapa waktu terakhir ini banyak kasus kejahatan narkotika yang berhasil diungkap baik oleh Polda dan Polres jajaran serta BNNP Sulbar. Hal ini menunjukan bahwa disatu sisi menunjukan keberhasilan aparat penegak hukum dalam memberantas pernyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba namun di sisi lain menunjukan semakin masifnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Provinsi Sulbar,” kata Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto.

Ia menegaskan, maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba akan berpengaruh pada kemajuan dan pertumbuhan dan perkembangan pembangunan di Provinsi Sulbar mengingat narkoba dapat menghancurkan sumber daya manusia, perekonomian maupun pembangunan Provinsi Sulbar.

“Dengan melihat dampak negatif tersebut sudah sepantasnya kita semua merasa prihatin terhadap masih masifnya kejahatan narkotika di negara kita tercinta ini khususnya di Sulawesi Barat,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan momen HANI bukan euforia atau perayaan yang dirayakan secara berlebihan, akan tetapi merupakan hari peringatan dan keprihatinan.

“Oleh sebab itu kami mengadakan malam renungan menjelang detik-detik peringatan Hari Anti Narkotika Internasional dengan menyalahkan lilin dan melakukan renungan dan doa bersama,” tandas Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *