Pandemi, Optimalkan Perlindungan Perempuan dan Anak

  • Whatsapp
Pandemi, Optimalkan Perlindungan Perempuan dan Anak
CEGAH KORONA. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Mamuju Saharibulang saat berbagi masker di Desa Patiddi, Kecamatan Simboro, Mamuju.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Upaya memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak di tengah pandemi terus digalakkan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Mamuju.

Dengan melibatkan masyarakat dan membangun shalter di setiap desa dan kecamatan, sebagai upaya untuk memaksimalkan peran masyarakat melakukan deteksi dini terhadap ancaman atau kasus pelanggaran pemenuhan hak perempuan dan anak di tengah wabah covid-19.

Begitu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Mamuju, Saharibulang, kemarin.
Dia menyebut bahwa pihaknya telah melakukan antisipasi sebagai upaya meminimalisir meningkatnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di tengah pandemi.

Melalui program shalter tersebut, pihaknya bisa meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sehingga selama 2020 hingga 2021 tidak terjadi angka signifikan soal kekerasan anak dan perempuan.
“Sampai sekarang tidak ada data yang masuk laporan, karena kita mendata seusai laporan,” kata Saharibulang saat dikonfirmasi, Rabu 2 Juni.
Menurutnya laporan yang diterima selama pandemi hanya perkelahian anak dan KDRT. Namun itu bisa ditangani dengan baik oleh DP3A.

“Yang ada hanya perkelahian anak dan KDRT, untuk KDRT itu bisa diatasi karena tidak sampai ranah hukum, setelah dimediasi dan rujuk kembali,” jelasnya.

Tahun ini, 2021 berdasarkan laporan yang diterima, ada dua kasus KDRT terjadi, tetapi itu selesai di tingkat mediasi.
Pihaknya mengaku rutin melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kita membentuk shalter dibawah di setiap kecamatan dan desa, untuk mendekatkan pelayanan, artinya apabila ada kejadian itu bisa langsung melapor itu juga agar bisa segera tertangani,” jelasnya.

Ia mengaku, dalam hal melakukan pencegahan dibutuhkan respon masyarakat dan pengetahuan tentang adanya undang-undang perlindungan anak dan perempuan termasuk perlindungan saksi.

Itu juga sejalan dengan program dari kementerian, sebagai upaya optimalisasi perlindungan anak di masa Pandemi Covid-19 dengan lima protokol khusus tentang Perlindungan Anak yang terdiri dari Protokol Lintas Sektor Untuk Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus Dalam Situasi Pandemi COVID-19.

Termasuk Protokol Perlindungan Terhadap Anak Penyandang Disabilitas Dalam Situasi Pandemi Covid-19, Protokol Penanganan Anak Korban Tindak Kekerasan Dalam Situasi Pandemi Covid-19, Protokol Pengasuhan Bagi Anak dan Orangtua OTG, PDP, Terkonfirmasi dan Meninggal karena Covid-19; dan Protokol Pengeluaran dan Pembebasan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi, Pembebasan Tahanan, Penangguhan Penahanan dan Bebas Murni.

Selain itu edukasi mengenai protokol kesehatan juga terus digalakkan sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19 di Mamuju. (idr/cm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *