Sambut Pembelajaran Tatap Muka, 23 Lembaga PAUD Dapat Bantuan APE Indoor

  • Whatsapp
Sambut Pembelajaran Tatap Muka, 23 Lembaga PAUD Dapat Bantuan APE Indoor
Penyerahan bantuan APE indoor kepada 23 lembaga PAUD dalam mendukung kegiatan belajar tatap muka terbatas.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemkab Mamuju saat ini tengah menyiapkan diri dalam menyambut kebijakan pembelajaran tatap muka terbatas. Ini berdasarkan surat keputusan bersama empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Dasar keputusan ini juga mengacu dari data kasus penyebaran Covid-19 yang melandai. Sehingga proses belajar tatap muka bisa dilakukan mulai Juli nanti secara terbatas.

Menyambut hal tersebut, Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Provinsi Sulawesi Barat menyerahkan sejumlah alat permainan edukatif (APE) indoor bagi 23 lembaga PAUD di Mamuju. Bantuan ini diberikan kepada lembaga PAUD yang terdampak gempa 6.2 SR pada Januari lalu.

“Hari ini kami khusus menyerahkan untuk 23 lembaga di Mamuju. Sebagai persiapan untuk menyongsong pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah akan dilaksanakan Juli nanti. Kita optimis tahun ajaran baru Sulbar sudah bisa melaksanakan pembelajaran offline seiring melandainya kurva penyebaran Covid-19 di daerah kita,” tutur Kepala BP PAUD dan Dikmas Sulawesi Barat, A. Rusdi dalam keterangan resminya kepada redaksi, Rabu 2 Juni.

Sebagai perwakilan Bunda PAUD Kabupaten Mamuju, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju, Murniani terlihat hadir dalam seremoni ini.

“Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Mamuju menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala BP PAUD dan Dikmas Sulawesi Barat atas perhatian dan upayanya untuk memajukan pendidikan PAUD lewat bantuan hari ini. Kemudian kepada teman-teman lembaga penerima bantuan, semoga bantuannya dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik,” ungkap Murniani.

Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Barat, Ruskati Ali Baal, menghadiri acara ini secara virtual lewat Zoom Meeting. Ruskati menyatakan harapannya tentang proses belajar tatap muka Juli nanti, juga harapan penerapan protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka terbatas.

“Kita menyadari betapa anak-anak kita sudah mulai jenuh di rumah dan ingin segera kembali bersekolah. Semoga tahun ajaran baru nanti anak-anak sudah bisa belajar di kelas lagi. Terimakasih kepada BP PAUD dan Dikmas atas dukungan menyambut pembelajaran offline dalam bentuk bantuan alat permainan edukatif. Semoga persentase kasus Covid-19 di Sulawesi Barat semakin berkurang. Kemudian kepada lembaga penerima bantuan, saya ucapkan selamat. Mari kita gunakan dengan baik, maksimalkan proses pendidikan anak usia dini,” tutupnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *