Bantuan Beras Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Asa Baru Hadapi Pandemi Virus Corona

  • Whatsapp
Foto: IST
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar di sela-sela launching program BB PPKM di Mamuju, Rabu 21 Juli 2021.

Pandemi virus Corona tidak hanya menyerang aspek kesehatan, tapi juga melibas sektor ekonomi. Olehnya para pemangku kebijakan terus bekerja keras menyelesaikan semua dampak yang timbul akibat Corona.

Salah satu program yang dikeluarkan untuk mengatasi dampak pandemi virus Corona adalah Bantuan Beras Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (BB PPKM) 2021. Bantuan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat khususnya kalangan kelas menengah ke bawah.

Bacaan Lainnya

Salah satu warga Mamuju, Ishaka, menjelaskan program ini setidaknya bisa menjadi pengurang beban masyarakat dalam menghadapi PPKM. Ia berharap agar pelaksanaan bantuan beras dalam masa PPKM bisa berjalan maksimal dan tepat sasaran.

“Pandemi memang sangat berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Banyak sendi-sendi ekonomi masyarakat lumpuh akibat pandemi virus Corona. Makanya masyarakat sangat butuh stimulus yang bisa memberikan harapan baru,” kata Ishaka kepada Sulbar Express petang kemarin.

Sementara itu, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar bersama Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas’ud, Pimpinan Cabang Bulog Mamuju, Faris Sudirman, melaunching BB PPKM 2021 dari Presiden RI, Joko Widodo, Rabu 21 Juli 2021.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Bulog Mamuju, Bantuan Beras di masa PPKM diperuntukkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan KPM Bantuan Sosial Tunai (BST).

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengatakan, launching BB PPKM 2021 untuk Sulbar bertujuan mengurangi beban pengeluaran KPM, melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan beras selama PPKM dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya berharap dengan adanya program BB PPKM 2021 ini beban masyarakat Sulbar dapat berkurang. Tetap bersabar dan kita yakin pademi Covid-19 ini akan segera berakhir,” kata Ali Baal Masdar.

Gubernur menambahkan alokasi bantuan setiap KPM memperoleh bantuan sebanyak 10 kg per KPM/alokasi dengan kualitas beras CBP medium. Sasaran program tersebut berdasarkan data KPM PKH dan KPM BST yang tercatat dalam data Kemensos, yaitu 10 juta KPM PKH dan 10 juta KPM BST, dengan waktu pelaksanaan BB PPKM berlangsung selama satu bulan.

“Kita berharap 20 ribu ton beras dan paket bantuan ini dapat tersebar ke seluruh penjuru di enam (6) kabupaten di Sulbar, serta dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat atau manfaat penerima,” imbuh Ali Baal.

Pimpinan Cabang Bulog Mamuju, Faris Sudirman mengatakan, bantuan itu berdasarkan dari Intruksi Presiden RI, bahwa negara maupun pemerintah provinsi dan kota hadir di tengah-tengah masyarakat dan dapat mengurangi beban masyarakat.

Disampaikan, jumlah KPM BB PPKM 2021 untuk enam kabupaten di Sulbar, yaitu Kabupaten Polewali Mandar, jumlah PKH 28,726, BST 14,405, total 43,131, kuantum/KPM 10 kg, kebutuhan beras 431,310 kg. Mamasa, jumlah PKH 9,412 , BST 7,782, total 17,194, kuantum/KPM 10 kg, kebutuhan beras 171,940 kg. Majene, jumlah PKH 12,392, BST 9,429, total 21,821, kuantum/KPM 10 kg, kebutuhan beras 218,210 kg.

Mamuju, jumlah PKH, 7,148, BST 8,038, total 15,186, kuantum/KPM 10 kg, kebutuhan beras 151,860 kg. Pasangkayu, jumlah PKH 3,847, BST 6,084, total 9,931, kuantum/KPM 10 kg, kebutuhan beras 99,310 kg. Mamuju Tengah, jumlah PKH 2,278, BST 5,607, total 7,885, kuantum/KPM 10 kg, kebutuhan beras 78,850 kg.

Kegiatan tersebut turut dihadiri, Asisten I Bidang Pemkesra Setda Sulbar, Muh. Natsir, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Junda Maulana, Kepala BPKP Sulbar, Hasoloan Manalu, Kepala Dinas Sosial Sulbar, Andi Bau Akram Dai, dan undangan lainnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *