Covid Menanjak, PTM tak Surut

  • Whatsapp
Covid Menanjak, PTM tak Surut
TANGKAPAN LAYAR. PROKES DI SEKOLAH. Salah satu siswa SMAN 1 Mamuju menjalani protokol kesehatan berupa pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki ruang kelas.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Meski angka kasus covid-19 terus bertambah di Provinsi Sulbar, Pemerintah Provinsi akan tetap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi SMA dan SMK untuk tahun ajaran baru mendatang.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, Prof Gufran Darma Dirawan, Sulbar masih dalam status aman.

Bacaan Lainnya

Sehingga untuk pembelajaran tatap muka akan tetap dilaksanakan, khususnya di Kabupaten Polewali Mandar, Mamasa, Majene, dan Kabupaten Pasangkayu.

“Tetap dilaksanakan bulan Juli, apalagi Sulbar masih berada di zona kuning kemudian beberapa daerah juga masih status aman, ada yang masih status zona hijau dan kuning,” kata Gufran, Rabu 30 Juni.

Hanya ada dua daerah yang masih menjadi pertimbangan untuk pembelajaran tatap muka, yakni, Mamuju dan Mamuju Tengah. Namun pihaknya sudah mengantisipasi dengan menerbitkan surat edaran.

“Tidak ada masalah, hanya Mamuju jadi pertimbangan. Jadi kalau ada apa-apa jika mereka masuk zona merah, maka saya harus menghentikan dulu tapi melihat kondisi yang ada kelihatanya akan turun ke zona kuning,” jelas prof Gufran.

Meski angka covid menunjukkan adanya peningkatan, lanjutnya, seluruh sekolah sudah melakukan simulasi penyesuaian pembelajaran di tengah pandemi, merujuk arahan Presiden dan arahan SKB 4 Menteri.

Ia menjelaskan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana teknis pembelajaran tatap muka dilakukan. Sehingga pelaksanaan belajar tatap muka secara terbatas harus disiapkan semaksimal mungkin.

Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mamuju, Halima mengatakan secara keseluruhan sekolahnya sudah siap melaksanakan PTM. Baik dari administrasi serta sarana dan prasarana.

“Persiapan sekolah baik dari administrasi seperti izin dari orang tua, kerja sama Dinkes dan sarana dan prasarana seluruhnya sudah siap,” tegasnya, kemarin.

Berbagai persiapan telah dilakukan, seperti simulasi PTM dengan protokol kesehatan dimana secara teknis siswa dalam satu kelas, nantinya akan dibagi dua.

“PTM terbatas itu nantinya dalam seminggu itu tiga kali, tetapi nanti dalam satu kelas dari jumlah 36 dibagi menjadi dua dengan jumlah 18 orang,” paparnya.

Halima menambahkan, siswa nantinya hanya akan belajar sampai jam 12.00 siang. “Kita sudah membuat roster sedemikian rupa, dengan memotong jam belajar dimana sekarang menjadi 30 menit setiap mata pelajaran,” kata dia.

Disamping itu, proses belajar mengajar di sekolahnya bakal memberlakukan dua sistem pertemuan yakni tatap muka dan daring.

“Jadi sekolah nanti akan melakukan pembelajaran online dan offline. Dimana siswa yang datang minggu ini tatap muka, maka minggu depan akan daring lagi,” ujar Halima seraya berharap pelaksanaan PTM berjalan sesuai harapan. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *