Hewan Kurban Dijamin Sehat

  • Whatsapp
Hewan Kurban Dijamin Sehat
Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Mamuju memastikan pasokan sapi menjelang perayaan Idul Adha tercukupi. Terpenting, sehat dan halal.

Karena itu, pemeriksaan hewan ternak dilakukan secara ketat.

Begitu pernyataan Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono saat dimintai keterangan terkait pasokan hewan kurban di Sulawesi Barat.

“Pasokan untuk Sulbar tercukupi, malah selama beberapa tahun ini melakukan pengiriman ternak ke Kalimantan, Baik sapi maupun kambing,” kata Agus saat dikonfirmasi, Rabu 7 Juli.

Sebelum dikirim, ternak tersebut sudah dipastikan kesehatannya melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan di Laboratorium Karantina, baik secara fisik dan laboratorium.

Selain itu, dipastikan pula hewan tersebut secara syariat halal untuk dijadikan hewan kurban.

“Kami tidak menemukan adanya antraks, brucellosis, ataupun pink eye. Sejauh ini tidak ada penyakit yang ditemukan. Dapat dipastikan ternak yang dikirim dari Sulbar sudah sehat,” tegas Agus.

Penyakit-penyakit tersebut menurutnya, menjadi perhatian serius oleh balai karantina pertanian lantaran cukup berbahaya bagi manusia.

Pihaknya pun meminta kepada masyarakat yang ingin melakukan pengiriman agar melaporkan hewan ternaknya ke Balai Karantina setempat.

“Pemeriksaan hewan kurban diperkuat dengan petugas karantina. Ada enam orang dokter hewan karantina, tujuh paramedik karantina hewan. Itu dilakukan karena Sulbar merupakan sentra ternak, baik sapi maupun kambing,” jelasnya.

Disinggung mengenai volume pengiriman, Agus mengaku mengalami penurunan lantaran belum beroperasinya pelabuhan Simboro. Pengiriman masih harus dilakukan di Pelabuhan Parepare. Turut berdampak pada pendapatan daerah.

Agus kemudian mengurai perkembangan data komoditas Sapi dan Kambing asal Sulbar, periode Januari-Juli 2020 dan Januari-Juli 2021.

“Untuk tahun 2020 sapi sebanyak 2.695 ekor Kambing 7.578 ekor, untuk tahun 2021 sapi 1.856 ekor, Kambing 4.149 ekor,” bebernya.

Agus berharap, tahun ini seluruh masyarakat yang merayakan Idul Adha dengan berkurban, bisa melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman.

Idul Adha 1442 Hijriah atau Hari Raya Kurban di masa pandemi Covid-19, bakal berlangsung dengan beberapa penyesuaian sebagai bentuk pencegahan penularan virus.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Muflih B Fattah menegaskan, penyelenggaraan Idul Adha tahun ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

Apalagi Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran mengenai petunjuk teknis pelaksanaan ibadah Idul Adha tahun ini.

Diketahui, SE 16/2021 tersebut memuat Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Salat Idul Adha, dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Luar Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Juknis tersebut akan disosialisasikan terlebih dahulu, termasuk melihat perkembangan covid di Sulbar.

“Sebelum hari-H kami akan melakukan rapat koordinasi bersama Pemda masing-masing, tim gugus dan dinas kesehatan untuk menentukan terkait kondisi wilayah masing-masing. Ini juga karena zona berubah-ubah,” ujarnya.

Pihaknya mengaku tidak bisa mengambil keputusan secara dini, namun ia berharap kondisi Sulbar tetap bisa terkendali. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *