Optimalkan Forum TKDD-FKDM Sulbar, Tangkal Hoaks di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Optimalkan Forum TKDD-FKDM Sulbar, Tangkal Hoaks di Tengah Pandemi

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pandemi Korona telah menghadirkan ketidakpastian. Terutama persoalan ekonomi.

Selain itu, banyak bisa menimbulkan beragam problem hingga konflik di tengah masyarakat.

Menurut Asisten I Bidang Pemkesra Provinsi Sulawesi Barat, Muh Natsir, beragam potensi masalah di tengah guncangan pandemi jangan sampai memperparah kondisi. Penting bagi instansi terkait untuk melakukan deteksi dini.

“Kita mendorong melalui Kesbangpol terciptanya stabilitas kemanan untuk mengantisipasi berbagai gangguan di daerah,” ujarnya, Rabu 7 Juli.

Gangguan-gangguan tersebut kata dia, bisa dipicu oleh hoaks atau berita bohong. Demikian ditekankan pada rapat bersama Tim Kewaspadaan Dini Daerah (TKDD) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Mamuju.

“Bagaimana melakukan deteksi dini terhadap berbagai ancaman, hambatan dan tantangan terkait kondisi kemanan, ketertiban di tengah masyarakat,” tegas Natsir.

Karenanya, pertemuan jangan sampai terkesan sebatas seremoni, tanpa hasil atau langkah-langkah untuk mengantisipasi seluruh potensi masalah di Sulbar.

“Yang menjadi urgent adalah mengenai persolan ekonomi, apalagi Covid ini menganggu semua aktifitas yang mengakibatkan lumpuhnya sumber pendapatan,” jelas Natsir, saat dikonfirmasi usai Rakor.

Adapun upaya-upaya mengatasi masalah tersebut, kata dia, melakukan pengkajian yang akan dituangkan dalam program pembangunan pemerintah yang berbasis penguatan ekonomi rakyat.

“Saya berharap kepada Kesbangpol, melakukan literasi terhadap kemungkinan ancaman yang ada di Sulbar,” ujar Natsir, menekankan.

Keberhasilan dan kesuksesan di Sulbar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi semua pihak memiliki peran dan tanggung jawab yang sama.

Kepala Kesbangpol Sulbar, Herdin Ismail mengatakan, pihaknya bersama FKDM melaksanakan rakor untuk mendapatkan informasi kondisi terkini yang lebih luas dan mendalam.

“Urgensinya adalah kita ingin menguatkan simpul-simpul kedekatan batin dan komunikasi dari anggota forum ini sehingga bisa lebih cepat mendapatkan informasi dan lebih cepat penangananya,” katanya.

Menurut Herdin, dari pertemuan tersebut dapat ditarik dua poin penting pertama mengenai pemberian ruang oleh stekholder terkait untuk memberikan masukan dan penguatan program dari TKDD dalam bentuk fasilitasi dan dukungan anggaran.

Ia menjelaskan, Covid dan Vaksinasi menjadi perhatian khusus, lantaran di tengah bebasnya masyarakat mengakses informasi tidak menutup kemungkinan masyarakat mendapati informasi dan berita hoax yang dapat menimbulkan konflik.

Sehingga dibutuhkan peran semua pihak untuk mensosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat.

“Program vaksinasi tidak berhenti hanya oleh Dinas Kesehatan, TNI, Polri, termasuk pers ikut bersama mensosialisasikan terkait vaksinasi,” jelasnya.

Ketua FKDM, Nursalim Ismail menjelaskan pihaknya akan terus memassifkan program Rakor termasuk mendetailkan isu aktual yang berkembang di masyarakat.

“Publik mengalami kebingungan informasi dari berbagai pengambilan kebijakan, jika ini tidak diselesaikan banyak hal bisa menjadi masalah,” sebutnya.

Menurut Nur, pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat fenomena tersebut, lantaran hal itu bisa menjadi pelecut awal dari timbulnya masalah. Termasuk mengenai vaksin.

“Dibutuhkan kesepahaman bersama semua stekholder dan pihak terkait harus satu suara, tidak boleh menimbulkan tafsir sendiri,” ungkapnya.

Nur berharap, pemerintah melakukan penguatan terhadap FKDM termasuk penguatan sistem.

“Persoalan agenda kewaspadaan itu harus masuk item perencanaan program,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *