• Whatsapp
DOK PRIBADI
//// foto HL...persiapan paskibra Pengibar Bendera HUT RI 2021 PENGIBAR BENDERA. Pasukan pengibar bendera Merah Putih HUT Kemerdekaan RI Sulbar terus melakukan pemantapan jelang 17 Agustus. Persiapan mulai dilakukan sejak 3 Austus.

*Upacara HUT Kemerdekaan RI di Sulbar
Bakal Terbatas dengan Prokes Ketat

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI tetap diagendakan di tengah Pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Perayaan HUT RI Ke-76 tahun ini akan dilaksanakan terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Hal tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Pemprov Sulbar, Muh Natsir saat memimpin Rapat Koordinasi persiapan HUT Republik Indonesia di Sulbar, bersama perwakilan TNI, Polri serta Kemenkumham.

“Tetap dilaksanakan dengan ketentuan protokol kesehatan sebagai syarat utama,” kata Natsir Rabu 11 Agustus.

Menurutnya, selain pelaksanaan protokol kesehatan peserta yang hadir juga nantinya akan dibatasi, baik dari Forkopimda.

“Peserta upacara itu sesuai level kita, paling 30. Tamu undangan tidak ada,” ucapnya.
Ia menjelaskan, upacara akan dipimpin Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar. “Tadi masing-masing kesatuan hanya ada lima orang,” ujarnya.

Menurutnya, Setelah upacara di laksanakan kemudian akan dilanjutkan upacara secara virtual dari Istana Negara.

Meski di tengah pandemi ia berharap masyarakat bisa memaknai hari kemerdekaan ini sebagai perjuangan di tengah pandemi.

IDRUS IPENK

“Mari kita sukseskan peringatan HUT ini karena ini merupakan proses perjuangan para pejuang bangsa ini, kedua kita harus patuh dalam protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ia juga meminta agar dalam pelaksanaan kegiatan masyarakat, agar selalu mematuhi protokol kesehatan terutama tidak menimbulkan kerumunan.

Di lain sisi, persiapan tim pengebar bendera merah putih pada HUT RI tahun ini, juga terus menggelinding di lingkup Pemprov Sulbar.

Salah satu pembina Paskibra Sulbar untuk HUT RI 2021, Muh Ashar menjelaskan persiapan dilakukan sejak 3 Agustus, lalu.

Dijelaskan bahwa, pasukan pengibar bendera yang merupakan siswa-siswi terbaik dari seluruh kabupaten se Sulbar mengikuti persiapan dibawah pembinaan tim yang melibatkan kepolisian dan TNI.

“Semua yang ikut ada 64 orang siswa. Mereka adalah hasil penjaringan atau seleksi secara ketat,” ujar Ashar.

Selama pemantapan, sambungnya, pasukan pengibar bendera ini dikarantina secara ketat di salah satu hotel di Mamuju. Disini, mereka juga mendapat pembekalan melalui Diklat.

“Mengingat kita saat ini masih dalam masa pandemi, maka pencegahan selalu diutamakan dengan protokol kesehatan. Karena itu dalam setiap agenda, kami juga selalu mengingatkan agar semua tetap menerapkan protokol pencegahan covid,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *