Pandemi Belum Selesai, Mamuju Matangkan Kurikulum Darurat

  • Whatsapp
Pandemi Belum Selesai, Mamuju Matangkan Kurikulum Darurat
Kepala Disdikpora Mamuju, Murniani

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju segera menerapkan kurikulum darurat yang kini dalam tahap pematangan.
Hal tersebut dalam rangka mempermudah pihak sekolah melakukan pembelajaran yang lebih maksimal lagi di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Disdikpora Mamuju, Murniani menjelaskan, langkah tersebut diambil lantaran ia belum bisa memastikan kapan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara umum dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

Disamping masih akan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 terkait peta penyebaran Covid-19 di Mamuju, Disdikpora Mamuju masih merumuskan kurikulum darurat yang bakal diterapkan nantinya.

Kurikulum darurat nantinya mengatur kegiatan belajar mengajar siswa di masa pandemi. Teknisnya juga merujuk Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

Murniani menjelaskan, kurikulum tersebut dipersiapkan untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jika sewaktu-waktu diterapkan kembali.

“Tapi kalau PTM tidak bisa digelar, maka kurikulum itu tetap akan digunakan meski pembelajarannya dengan metode online,” kata Murniani, saat dikonfirmasi Kamis 26 Agustus.

Ia juga masih akan mempelajari imbauan Presiden RI Joko Widodo terkait pemberlakuan PTM di daerah PPKM Level 3. “Kalau Satgas memperboolehkan dengan perhitungannya, kita tatap muka,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh sekolah-sekolah di Kabupaten Mamuju, telah berupaya menyiapkan protokol-protokol kesehatan untuk PTM.

Sementara Ketua Dewan Pendidikan Mamuju, Hajrul Malik menyebutkan, jika kurikulum darurat berhasil diterapkan, itu berarti Mamuju merupakan daerah pertama yang menerapkan kurikulum tersebut.

“Selama ini pembelajaran jarak jauh tidak efektif dilakukan. Olehnya, kurikulum darurat dibutuhkan. Kurikulum ini tidak harus menerapkan semua konsep pembelajaran, tapi tidak mengurangi kualitasnya juga,” terang Hajrul.

Menurutnya, proses perumusan kurikulum darurat sudah hampir rampung. Jika sudah rampung pengenalan kurikulum bakal dilakukan ke sekolah-sekolah sebelum diberlakukan secara resmi.

“Kita berharap sekolah tatap muka dimulai kembali dengan pembatasan-pembatasan mengikuti prokes. Kita menunggu dulu, kalau sudah ada rekomendasi kita tatap muka. Kita akan tunjuk beberapa sekolah percontohan yang siap menggelar tatap muka,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *