Pekan Ini, Disbudpar Majene Gelar Lomba Cerdas Cermat, Perkenalkan Budaya Lokal dan Koleksi Museum

  • Whatsapp
IST
MENJELASKAN. Kepala Disbudpar Majene Andi Beda Basharoe pada pembukaan meeting pelaksanaan LCC Kebudayaan, di Aula Museum Mandar Majene, Kamis 19 Agustus 2021.

MENGAMPANYEKAN Museum Mandar Majene, khususnya di kalangan pelajar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Majene menyiapkan Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SLTA dan SLTP se-Kecamatan Banggae dan Banggae Timur.

“Kita harapkan, para generasi di Majene akan mampu mencintai, menghargai bahkan menjaga kebudayaan sebagai tinggalan sejarah yang berharga di Museum Mandar Majene ini,” ujar Andi Beda Basharoe Kepala Disbudpar Majene saat membuka meeting pelaksanaan LCC Museum Mandar Majene, di Aula Museum Mandar Majene, Kamis 19 Agustus.

Bacaan Lainnya

LCC kebudayaan akan mengemas materi tentang sejarah kebudayaan lokal dan jenis koleksi yang ada di Museum Mandar Majene.

“LCC ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program tahunan Museum Mandar Majene, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia,” terangnya.

Dihadapan para pendamping sekolah, Andi Beda mengungkapkan, terdapat beberapa kegiatan yang sudah terlaksana di Museum Mandar, diantaranya lomba pidato Bahasa Mandar, museum masuk sekolah.

“Dan kali ini kita melaksanakan LCC terdiri dari 2 kategori, yaitu tingkat SLTA dan SLTP, untuk materinya ada di seputar museum yang terdapat lebih 1000 koleksi, ada biologika, sejarah, serta jenis lainnya,” jelasnya.

Melalui LCC sambung Andi Beda, untuk mempromosikan dan meningkatkan wawasan siswa-siswi terkait budaya lokal dan mengetahui peradaban masa lalu Mandar dengan melihat sejumlah koleksi tinggalan sejarah di Museum Mandar untuk tetap dilestarikan.

“Kalau dievaluasi saat ini, bahwa pengunjung museum Mandar kita ini sangat kurang dibandingkan pengunjung dari luar wilayah Majene, sehingga diminta supaya para pendamping sekolah sebagai peserta LCC yang nantinya dapat melaksanakan kegiatan muatan lokal dengan kunjungan ke Museum Mandar sekalipun dalam masa Pandemi,” ajaknya.

Sementara, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar Majene Muhammad Yassin Djamil menjelaskan, pelaksanaan kegiatan LCC direncanakan digelar pada tanggal 26 Agustus atau pekan depan yang akan diikuti 10 orang siswa SLTA dan 10 orang siswa SLTP untuk memperebutkan juara 1,2 dan 3.

“Materinya 100 persen seputar di Museum Mandar Majene,” jelasnya.
Perlu disampaikan, bahwa LCC untuk memuat spirit bagi anak sekolah berkunjung ke Museum Mandar Majene.

“Kami membuat suatu gerakan ini, supaya para generasi maupun masyarakat Majene dapat sering berkunjung ke Museum Mandar, karena data evaluasi sangat berkurang pengunjung lokal sesuai yang disampaikan Kepala Disbudpar Majene,” urainya.

Diungkapkan, berkurangnya pengunjung lokal Museum Mandar sehingga Kementerian Pendidikan dan Kebudahyaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia menerima gagasan untuk melaksanakan kegiatan LCC.

“Intinya, materi dalam LCC ini seputaran museum, seperti sejarahnya, jenis koleksi dan jumlah koleksi dan lainnya, tapi saya yakin kalau siswa sering berkunjung ke Museum pasti menemukan jawabannya,” pungkasnya. (smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *