Pembelajaran Tatap Muka Bisa Dimulai, Dinas Terkait Tekankan Prokes Ketat

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
SIMULASI. Peserta didik SMAN 1 Mamuju saat melakukan simulasi pembelajaran tatap muka, di Mamuju.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar mengeluarkan edaran terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi untuk wilayah Sulbar.

Melalui surat bernomor: 001. 01/3766/2021, pihak dinas mengatur pelaksanaan tatap muka terbatas di daerah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 hingga 1.
Ditujukan kepada sejumlah SMA, SMK dan SLB negeri maupun swasta di Sulbar yang telah memenuhi ketentuan, untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan Sulbar, Prof Gufran Darma Dirawan mengatakan sebelumnya izin telah diterima, hanya saja persiapan mengenai persyaratan bagi sekolah harus terpenuhi.
“Kemudian sekarang sisa pelaksanaan. Implementasinya apabila memenuhi persyaratan silahkan dijalankan tatap muka,” kata Gufran Selasa 24 Agustus.

Khusus untuk SMK dengan pelaksanaan pembelajaran produktif harus dilaksanakan tatap muka, dan itu berlaku untuk seluruh sekolah di setiap kabupaten, dengan memperketat protokol kesehatan Covid-19.

“Sisa kita tetap menjalankan sesuai amanah yaitu pembelajaran hibrid, makanya LMS kita sekarang agak susah karena sudah penuh,” ucapnya.

Prof Gufran mengaku bahwa secara keseluruhan untuk kabupaten yang diperbolehkan seluruhnya yaitu Kabupaten Pasangkayu.

“Majene juga sudah siap apalagi sudah ada izin dari satgasnya kemarin, yang paling penting sebenarnya adalah pengisian data di Dapodik, kalau dapodiknya selesai, maka jalan saja,” ungkapnya.

Sementara, mengenai vaksin untuk guru dan siswa pihaknya mengaku bahwa sampai saat ini untuk Dinas Pendidikan telah mencapai 60 persen. Ketersedian vaksin masih terbatas dan belum mencukupi.

Dalam surat edaran tersebut, pihak Diknas juga memastikan betul kesiapan sekolah dalam melaksanakan tatap muka utamanya pelaksanaan Prokes yang ketat.

Diantaranya; semua pendidik dan tenaga kependidikan di setiap sekolah telah divaksin dengan melampirkan bukti vaksin; Harus ada persetujuan dari orang tua/wali siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas;

Sekolah telah melakukan assessment dalam Dapodik; Harus ada persetujuan dari Tim Satgas Covid 19; Khusus untuk SMK, pelayanan workshop dan laboratorium dapat dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat;
Bagi sekolah yang berada di zona orange dan zona merah belum dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dan masih harus secara daring (on-line);
Serta tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu wajib menggunakan masker, rajin mencuci tangan, mengatur jarak dan menghindari kerumunan. (chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *