Petugas Kembali Menyisir Warung dan Kafe

  • Whatsapp
Petugas Kembali Menyisir Warung dan Kafe

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Tim gabungan Satgas Covid-19 kembali menyisir sejumlah cafe dan warung di Mamuju yang masih melayani di atas pukul 22.00 Wita.

Penertiban dan penutupan yang dilakukan Polri TNI, dan Satpol PP sebagi upaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Mamuju, mengingat Kabupaten Mamuju sebagai daerah dengan risiko tinggi. Sudah masuk Zona Merah.

Bacaan Lainnya

Selain dalam kota, tim juga menyisir di wilayah pinggiran dan sepanjang Jalan Arteri Mamuju.

Ketua Tim Operasi Yustisi, AKP Yosep mengatakan penutupan sejumlah warung yang masih buka tersebut dilakukan sebagai langkah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal tersebut dilakukan berdasarkan edaran Bupati Mamuju terkait peniadaan aktivitas masyarakat di tempat-tempat keramaian, seperti warkop, cafe dan rumah makan di atas pukul 22.00 Wita.

“Jadi isi edarannya hanya sampai pukul 22.00 Wita malam, jika masih ada buka kami tutup paksa,” kata Yosep, Jumat 13 Agustus.

Menurutnya, tidak ada larangan para pengusaha warkop dan rumah makan untuk membuka dagangannya, hanya saja harus mengikuti ketentuan dalam rangka pencegahan penularan virus.

“Kita hanya memberikan himbauan kepada pengunjung maupun pemilik warkop dan warung atas surat edaran bupati,” ucapnya.

Ia pun, berharap seluruh elemen masyarakat ikut membantu pemerintah memutus penularan Covid-19 di Mamuju. Mengingat Mamuju masuk zona merah.

“Peran semua masyarakat sangat diharapkan agar penularan Covid-19 bisa menurun, termasuk menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ia mengaku, penertiban yang dilakukan belum memberikan sanksi kepada pemilik cafe dan rumah makan hanya saya pihaknya memberikan peringatan.

“Belum ada sanksi diberikan. Hanya imbauan kepada masyarakat,” tandasnya

Diketahui saat ini seluruh kabupaten di Wilayah Sulbar masih berada di PPKM level tiga. PPKM pun diperpanjang hingga 19 Agustus 2021.

Sementara salah satu pemilik warung makan, yang mendapat teguran dari tim satgas mengaku bahwa dirinya akan mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh Bupati.

Ia mengaku kedepan akan menutup warungnya sesuai regulasi. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *