Polemik Pemakaman Pasien Covid, Satuan Intelkam Polres Majene Rangkul Mahasiswa 

  • Whatsapp
Polemik Pemakaman Pasien Covid, Satuan Intelkam Polres Majene Rangkul Mahasiswa 

MAJENE, SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemakaman hingga pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di Kabupaten Majene sudah beberapa kali terjadi. Hal ini menjadi polemik ditengah masyarakat karena berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan satuan Intelkam Polres Majene terus menggalang berbagai pihak khususnya para mahasiswa demi menjaga keamanan yang tetap kondusif di wilayah.

Aiptu Nuradi menyebutkan tak bisa dipungkiri angka kasus di wilayah Kabupaten Majene terus meningkat, bahkan ada beberapa pasien covid 19 yang di rawat di RSUD Majene meninggal dunia yang terus menjadi perbincangan hangat.

Disebutkan salah satu diantaranya yang diketahui pada saat meninggalnya pasien ‘NH’ dimana pasien tersebut masuk di Ruang ICU RSUD Majene pada hari Rabu tanggal 28 Juli 2021 sekitar pukul 11.10 Wita dengan keluhan Sesak Nafas dan Pasien tersebut juga sementara hamil 28 Minggu.

Selanjutnya, Kamis (29/7/21) pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan Laboratorium Swab Antigen dan hasilnya dinyatakan Positif sahingga pasien dipindahkan dari Ruang ICU perawatan (Isolasi) Lantai I RSUD Majene dan pada hari Sabtu 31 Juli 2021 karena kondisi kesehatan pasien terus menurun dan akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia.

Mendengar kabar tersebut, pihak keluarga tidak terimah dan mengamuk karena menolak almarhumah dimakamkan dengan prosedur pemakaman jenazah pasien Covid-19.

“Disaat bersamaan, bahkan beberapa mahasiswa turut hadir diantaranya Presiden Mahasiswa Unsulbar dengan tujuan untuk mempertanyakan terkait Penanganan Pasien Covid-19 di RSUD Majene, serta turut membantu keluarga Almarhummah untuk mengambil paksa jenazah,” ujar Nuradi mengenang, Selasa 24 Agustus.

Namun setelah mendapatkan penjelasan dan pemahaman dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Majene, akhinya keluarga pasien dan beberapa mahasiswa menerima penjelasan tersebut dan bersedia di lakukan pemakaman secara prosedur covid 19.

Olehnya itu, agar kejadian serupa tidak terulang lagi Satuan Itelkam Aiptu Nuradi terus melakukan penggalangan dan memberikan pemahaman kepada keluarga pasien dan Mahasiswa yang ada di Kabupaten Majene bahwa prosedur pemekaman covid 19 harus di lakukan kepada pasien yang meninggal dan terkonfirmasi covid 19 guna memutus mata rantai penyebaran virus covid 19.(smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *