Potensi Ekspor Pertanian Masih Perlu Digarap

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
TANDA TANGAN. Kepala Karantina Pertanian Sulbar Agus Karyono, bersama Gubernur Sulbar melakukan penandatangan bersama.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Sulbar kaya potensi pertanian. Peluang ekspornya pun tinggi. Sayang belum tergarap maksimal.

Akselerasi ekspor komoditi pertanian Sulbar dinilai cukup besar dan masih bisa ditingkatkan. Pemerintah pusat pun siap menjembatani.

Bacaan Lainnya

Itu terungkap dalam Focus Grup Discussion (FGD) terkait pertanian yang berlangsung di kawasan Rujab Gubernur Sulbar, Selasa 24 Agustus 2021.

Kepala Karantina Pertanian Sulbar, Agus Karyono menjelaskan, capaian kinerja ekspor komoditas pertanian Sulbar pada Januari-Agustus 2021, senilai 2,56 triliun.

Angka tersebut menurutnya, meningkat 67,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp. 1,56 T. “Kenaikan yang signifikan ini disebabkan karena tingginya permintaan negara tujuan dan kenaikan harga,” ucapnya.
Komoditas pertanian yang masih mendominasi ekspor di Sulbar yaitu produk turunan sawit Crude Palm Oil (CPO), Kopi dan Cangkang sawit. Dikirim ke China, Pakistan, Korea Selatan, Rusia, Philipina, Jepang dan Bangladesh.

Sayang masih ada komoditas ekspor yang belum tercatat atas nama Sulawesi Barat antara lain Briket Batok Kelapa, Kakao, Getah Pinus, Nilam dan Sarang Burung Walet.

Padahal permintaan dunia cukup tinggi untuk Porang dan Sarang Burung Walet. Banyak dikirim ke Jepang dan Korea Selatan serta Cina.
“Khusus sarang walet, selama ini ekspornya dilakukan oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur karena di Sulbar belum ada industri pembersihan dan pemanasannya. Yang dikirim keluar Sulawesi Barat selama tiga tahun terakhir tercatat 4.082 ton,” beber Agus.

Sementara, bila diekspor langsung dari Sulawesi Barat maka akan menghasilkan nilai jual lebih tinggi.

“Ini potensi yang besar sekali untuk dapat menggerakkan ekonomi rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat,” ungkapnya.
Karantina Pertanian Sulbar siap menfasilitasi ekspor komoditas pertanian dengan menerbitkan Phytosanitary Certificate (PC) yang merupakan persyaratan wajib dalam ekspor. PC merupakan jaminan bahwa komoditas tersebut sehat dan layak ekspor.

Olehnya, stakeholder utamanya penentu kebijakan di daerah perlu mendukung penuh upaya peningkatan dan percepatan ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selalu didengung-dengungkan.

Kepala Badan Karantina RI, Bambang menyebut bahwa Kementan memberikan perhatian khusus kepada Sulbar, sehingga ia meminta Pemda melakukan terobosan dan siap dengan konsep jelas dan dipertanggungjawabkan untuk mendapat dukungan pusat.
“Potensi di Sulbar tinggi. Kami akan mengawal Sulbar, Kegiatan dan hubungan antara pusat dan daerah tidak ada masalah. Kementerian Pertanian, bagaimana memberikan suporting sebesar-besarnya kepada Sulbar,” kata Bambang via virtual.

Sementara Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menjelaskan kesiapan mendorong peningkatan ekspor di Sulbar.

Kedepan Pemprov akan fokus pada sektor pertanian dan kehutanan, lantaran menurutnya sektor tersebut sangat potensialmenopang perekonomian di Sulbar. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *