Sekprov Idris Resmikan Cafe Project, Diproyeksi Suguhkan Layanan Cepat, Transparan dan Akuntabel

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
TEKEN PRASASTI. Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP melaunching Cafe Project Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulbar, disaksikan Wakil Ketua DPRD Abdul Halim dan Abdul Rahim di Mamuju, Jumat 27 Agustus 2021.

CENTRE Of Activities For Excellence Procurement (Cafe Project) mulai beroperasi. Area pelayanan pengadaan barang dan jasa Pemprov Sulbar yang diharap menyajikan layanan maksimal.

Peresmian ditandai penandatangan prasasti dan pelepasan balon oleh Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP bersama Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Halim dan Abdul Rahim, Jumat 27 Agustus 2021, di kompleks Rujab Pemprov Sulbar.

Bacaan Lainnya

Kepala Biro Barang Pengadaan dan Jasa Setda Sulbar, Hamdani Hamdi menjelaskan, Cafe Project bukan cafe yang lazim dipahami masyarakat, tapi sebagai pusat pelayanan pengadaan barang dan jasa menuju ke arah lebih baik, cepat, lebih transparan, serta akuntabel.

Sarana ini merupakan implementasi proyek perubahan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Sulbar, sebagai realisasi dari Pelatihan Kepemimpinan (Latpim) Nasional Angkatan IX Puslatbang KMP LAN Makassar 2021.

“Kami harap ini bisa digunakan semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Pemprov, untuk sharing tujuannya meminimalisir risiko-risiko pengadaan barang dan jasa,” kata Hamdani, saat dikonfirmasi, Jumat 29 Agustus.

Selain dilengkapi fasilitas cafe pada umumnya, dirancang dengan berbagai fasilitas dan ruangan untuk melakukan konsultasi terkait barang dan jasa.

“Seperti ruangan Perpustakaan, yang berisi regulasi dan aturan mengenai pengadaan barang dan jasa. Output yang kita harap OPD atau lembaga vertikal diluar ingin mengetahui regulasi mengenai pengadaan barang dan jasa. Di perpustakaan itu juga dilengkapi bacaan dan digital,” urainya.

Ada juga ruangan Pameran untuk pelaku UMKM, kemudian ruangan poli pelayanan dimana para pelaku barang dan jasa bisa melakukan konsultasi pada empat aspek pelayanan.

“Empat pelayanan pertama mitigasi risiko, manajemen, perencanaan dan konsultasi, pengembangan SDM pelaku barang dan jasa. Adajuga ruang bedah untuk membedah masalah terkait barang dan jasa,” beber Hamdani.

Ia menjelaskan, pembangunan cafe ini dirancang agar bisa diakses senyaman mungkin.
Sekprov Sulbar Muhammad Idris mengatakan, Cafe Project perlu diapresiasi sebagai inovasi untuk pelayanan pemerintah yang lebih baik dan transparan.

“Memenuhi kebutuhan sesuai zaman, yang mana penggabungan antar basis kantor dengan nuansa bersantai di bawah pohon rimbun,” ucap Idris.

“Ini suatu langkah maju agar pelayanan semakin ditingkatkan kedepan,” imbuh Sekprov.

Dijelaskan bahwa Sulbar kedepan memiliki model-model barang dan jasa sesuai tuntutan baru terutama kepada perusahaan kecil ataupun besar, yang mana barang dan jasa menyediakan satu spesifikasi mempertemukan perbedaan kebijakan terhadap perusahaan kecil dan besar sehingga menciptakan rangkaian sistematik.

“Kedepan kita akan kembangkan ide-ide baru dan kita ingin menambahkan konten-konten baru kita mau Sulbar leading terdepan dalam pengelolaan barang dan jasa,” tutup Muhammad Idris DP. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *