Uji Publik Data Rumah Rusak Segera Berakhir, DTH Disalurkan Lebih Dulu

  • Whatsapp
FOTO: IDRUS IPENK
RERUNTUHAN. Salah satu rumah warga di Mamuju yang runtuh akibat gempa 6,2 Magnitudo, pada 15 Januari 2021.

MAMUJU, SULBAREXPRESS.CO.ID – Uji publik data calon penerima bantuan rumah rusak di Mamuju segera berakhir. Sejauh ini, pemerintah tak menerima keluhan berarti.

Pelaksanaan uji publik data penerima Dana Tunggu Hunian (DTH) dan bantuan stimulan rumah rusak akibat gempa terjadwal sampai 15 Agustus mendatang.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (Disperkimta) Mamuju, Jufri Badau menyebut, sampai kemarin pihaknya tidak mendapat kendala cukup berarti. “Tidak banyak masyarakat melakukan sanggahan,” ujar Jufri, Kamis 12 Agustus.

“Ada yang sanggah dan ada juga yang melengkapi berkasnya. Sejauh ini yang tercatat hanya 30 orang. Setelah disanggah ada data yang berubah tetapi hanya sedikit. Sebagian besar datanya masih sama,” imbuhnya.

DOK SULBAR EXPRESS
WARGA membangun kembali rumah yang rusak berat akibat getaran gempa. Gambar direkam belum lama ini.

Ia menjelaskan, rata-rata warga menyanggah karena tidak terima dengan kategori kerusakan rumahnya. Ada yang rusak ringan tapi mau rusak sedang dan ada rusak sedang tapi mau rusak berat.

“Kita punya data lapangan. Tidak bisa berdasarkan perasaan tapi berdasarkan fakta lapangan,” tegas Jufri.

Setelah tahapan uji publik, data tersebut bakal diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, untuk dibuatkan Surat Keputusan (SK).

“Setelah uji publik, data dan seluruh keterangannya kami serahkan ke BPBD Mamuju. Mereka yang putuskan untuk dibuatkan SK dan ditandatangani bupati,” ungkapnya.

Sementara Plt Kepala BPBD Mamuju, Muhammad Taslim menjelaskan, jika seluruh data sudah rampung, maka DTH disalurkan lebih dulu. Bantuan stimulan bakal bertahap.

“Kategori rusak berat dan sedang dua tahap penyaluran. Kalau rusak ringan, satu kali tahapan saja,” tandasnya.

Diketahui, hasil assesment calon penerima DTH dan bantuan stimulan rumah rusak akibat gempa, berkurang dari jumlah sebelumnya.

Tim lapangan melaporkan bahwa rumah rusak akibat gempa pada Januari lalu, tercatat mencapai 8.327 unit. Baik rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan. Data Rusak ringan bertambah dari 4.731 menjadi 4.995.

Adapun data awal sebelum assesment, rumah terdampak gempa terlapor 9.719 unit. Terdiri dari rusak berat 1.501 unit, rusak sedang 3.487, dan rusak ringan 4.731 unit.

Awal Agustus lalu, Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi menjamin bahwa DTH maupun bantuan stimulan rumah rusak segera disalurkan setelah masa uji publik selesai dengan terlebih dahulu membuatkan rekening bagi calon penerima manfaat.

“Langsung ke rekening masyarakat itu kategori rusak sedang dan ringan. Kalau rusak berat, teknisnya kita swakelola,” ujar bupati saat mengurai hasil assesment rumah rusak di Mamuju. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *