Wabup Apresiasi Pengenalan Budaya Mandar Lewat Lomba

  • Whatsapp
Wabup Apresiasi Pengenalan Budaya Mandar Lewat Lomba

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Untuk menanamkan kecintaan dan wawasan sekaitan budaya Mandar dan cagar budayanya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Majene menggelar Lomba Cerdas Cermat Museum Mandar Majene. Acara mengambil tema ‘Kenalilah Budaya Mandar dan Raihlah Prestasi’. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Tammajarra LPMP Sulbar, Rabu 25 Agustus.

Lomba, terdiri dari dua kategori, yaitu SMP dan SMA. SMP diikuti 27 Peserta dari 9 Sekolah (satu regu) dan SLTA 37 perserta dari 5 Sekolah (2 regu).

Ketua Panitia yang juga Kepala Kabidang Pengembangan Kebudayaan Disbudpar M. Yasin Djamil mengaku lomba tersebut bertujuan untuk membangkitkan keinginan siswa banyak belajar tentang kolekesi yang ada di Museum Mandar Majene dan berkunjung ke Museum.

Museum Mandar memiliki koleksi baik dimasa prasejarah kolonial hingga masa kemerdekaan sebanyak 1400 jenis. Tidak hanya itu, bangunan musuem Mandar juga peninggalan kolonial Belanda yang dibangun 1908 yang dahulunya ditempati sebagai boyang tomonge atau Rumah Sakit.

Kadisbudpar Majene Andi Beda Basharoe menambahkan karna situasi pandemi covid 19 tidak memungkinkan untuk menggelar lomba di Museum Mandar. Apalagi harus melibatkan banyak peserta dari SMP dan SMA. ”Kami laksanakan di LPMP Sulbar, karna kegiatan ini melibatkan banyak orang dan harus mematuhi protokol kesehatan,” sebutnya.

Wakil Bupati Majene Arismunandar yang membuka Lomba Cerdas Cermat Musuem Mandar berharap kegiatan tersebut dapat membangkitkan semangat para siswa untuk mendalami pengetahuan tentang budaya Mandar dan memahami peradaban sejarah masa lalu sekaligus mengetahui koleksi-koleksi yang ada di Museum Mandar

”Karna dalam budaya Mandar itu, ada nilai yang bisa diambil, mulai dari perilaku, gaya hidup yang perlu kita ketahui,” ujarnya.

Ia juga menyemangati peserta karena secara langsung telah mempelajari kebudayaan Mandar.

Kepala LPMP Sulbar Sinar Alam mengatakan museum merupakan media penyambung masa lalu dan sekarang. Masyarakat Majene harus bersyukur dan bangga, karena Museum Mandar hanya ada satu-satunya di Majene.

”Sepengetahuan saya, Musuem Mandar hanya ada di Majene tidak ada di tempat lain. Karena itu, kita harus bangga,” tandasnya.(smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *