Anwar-Aladin Gelar Doa Bersama di HUT Sulbar, Sinergitas Kunci Pembangunan Berkualitas

  • Whatsapp
IDRUS IPENG
DOA UNTUK SULBAR. Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar periode 2011-2016, Anwar Adnan Saleh dan Aladin S Mengga bersama Wagub Enny Anggraeni Anwar di salah satu warkop di Mamuju Rabu 22 September 2021.

EUFORIA hari jadi Sulbar ke-17 tahun belum usai. Diharap jadi momentum evaluasi bersama demi mengejar ketertinggalan. Seperti harapan pempin Sulbar sebelumnya.

Pada Rabu 22 September, Gubernur dan Wagub Sulbar periode 2011-2016, Anwar Adnan Saleh dan Aladin S Mengga menggelar doa bersama. Turut hadir Wakil Gubernur Enny Anggraeny.

Bacaan Lainnya

Bagi Anwar kondisi daerah saat ini pascabencana alam ditambah covid yang belum mereda, menuntut kekompakan dan kebersamaan.

Bersama-sama untuk bangkit dengan mengerahkan segala potensi masing-masing. Bukan malah melakukan saling menjatuhkan, mencari siapa yang benar dan siapa yang salah.

Anwar yang juga dikenal sebagai tokoh pembangunan Sulbar meminta agar seluruh pihak bersinergi dalam mendorong pengembangan daerah ini.

“Yang terpenting dalam membangun Sulbar adalah sinergitas. Semoga Sulbar kembali bangkit mengejar ketertinggalan. Kita semua hari ini berbahagia di 17 tahun Sulbar,” papar Anwar.

Menurutnya, perjalanan Sulbar di usianya saat ini merupakan tahapan dimana Sulbar harus merefleksi diri, berupaya menuntaskan agenda maupun persoalan yang ada.

“Memperingati HUT ke 17 ini, kita ingin mengukur sampai sejauh mana pembangunan di Sulbar. Kita sudah berada dititik dimana kita melihat bagaimana lima sampai sepuluh tahun yang lalu. Apakah ada kemajuan atau tidak,” ucapnya.

Anwar menjelaskan, dengan kondisi Sulbar yang multi etnik dengan berbagai suku agama, ras dan golongan menjadi keistimewaan tersendiri. Sehingga ia berpesan siapapun yang mendiami Sulbar haru berpikir membangun daerah ini.

Saat masih menjalankan roda pemerintahan bersama Aladin S Mengga, dirinya tidak menampik adanya persoalan-persoalan. Namun tantangan ini bisa dihadapi dengan koordinasi dan sinergi.

Sementara Aladin S Mengga, menuturkan dalam membangun suatu daerah pengambilan kebijakan idealnya harus dilakukan secara bersama-sama.

“Dalam perjalanan itu kadang-kadang juga ada kendala yang kita hadapi sehingga terjadi hambatan-hambatan. Dan itu lumrah dalam perjalanan suatu pemerintahan,” tuturnya.

Katanya, meski tak lagi menjabat namun semangat membangun Sulbar tidak pernah surut. Menurutnya, hal ini menjadi tanggung jawab sosial.

“Tanggung jawab sosial kita semua. Banyak hal yang harus kita lakukan bersama-sama untuk mencapai suatu keberhasilan yang bisa dirasakan oleh masyarakat kita. Tanggung jawab itu tidak pernah selesai,” tegas Aladin.

Keduanya pun berpesan dalam memperingati HUT ini harus dimaknai sebagai sebuah perjuangan, bagaimana membangun Sulbar semakin maju kedepan.

“Kita selalu berdoa agar daerah ini diberkati dan dijauhkan dari segala bencana kita berdoa semoga Sulbar semakin maju. Mengirimkan doa kepada seluruh pejuang Sulbar yang terlibat dalam perjuangan membentuk Sulbar,” tandasnya. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *