Bantuan Gempa di Mamuju Sudah Bisa Dicairkan, Tim Pendamping Mulai Bekerja

  • Whatsapp
FOTO: IST
MENJELASKAN. Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Mamuju, Muhammad Taslim saat menjelaskan terkait tugas tenaga tekhnis dilapangan, Mamuju 12 September 2021

SULBAREXPRESS.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju telah membekali tim pendamping teknis dan administrasi penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) dan stimulan rumah rusak akibat gempa.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Mamuju, Muhammad Taslim mengatakan, 100 orang anggota tim bakal melakukan pendampingan bagi penerima DTH dan stimulan rumah rusak. Mereka mengikuti pelatihan yang berlangsung sejak Jumat 10 September.

Bacaan Lainnya

“Materi yang kami berikan yakni materi tentang Juknis (Petunjuk Teknis, red) penyaluran dana stimulan dan pembangunan rumah rusak serta materi desain dan metode pembangunan rumah layak huni standar RTG (Rumah Tahan Gempa, red)” papar Taslim, Sabtu 11 September.

Menurutnya, pelatihan kepada para pendamping penting dilakukan agar pelaksanaan penyaluran dapat dilakukan secara memadai.

Pendamping kata dia, akan membantu warga dalam pembuatan rincian kebutuhan pembangunan rumah sesuai keinginan warga.

Setiap rumah yang dibangun harus sesuai RAB. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan bantuan.

“Senin (hari ini, red) mereka sudah bekerja. Mereka langsung ke kecamatan-kecamatan terdampak,” sebut Taslim.

Taslim menjelaskan, khusus kategori rumah rusak berat, bantuannya bakal dilakukan dua tahap. Itu pun bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan material.

“Rusak berat itu sesuai Juklak, tidak tunai. Tapi hanya mengambil material dari toko. Yang tunjuk toko itu penerima. Satu pendamping kalau rusak berat 50 rumah. Kalau rusak sedang dan ringan, satu orang dampingi 100 rumah,” ungkapnya.

Menurutnya, bagi warga terdampak gempa yang masuk sebagai penerima DTH sudah bisa melakukan pencairan melalui bank yang telah ditunjuk.

Untuk kategori rumah rusak berat lewat BRI, rusak sedang BNI dan rusak ringan Bank Sulselbar.
“Hari Senin sudah bisa dicairkan dengan membawa Foto copy KTP, Kartu Keluarga (KK) asli ke Bank BRI,” jelasnya.

Taslim menambahkan, Setelah dilakukan pencairan, untuk penggunaan harus berdasarkan RAB, yang telah disusun sebelumnya.

Kabupaten Mamuju telah menerima dana stimulan perbaikan rumah rusak akibat gempa bumi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp 209,5 miliar.

Dari validasi data oleh tim Pemkab di lapangan, tercatat 1.501 unit rumah kategori rusak berat. Rusak sedang 3.487 unit, dan rusak ringan 4.731 unit. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *