Berharap Pusat Memacu Pemulihan Ekonomi Sulbar

  • Whatsapp
FOTO: IST

SULBAREXPRESS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulbar kini berupaya melakukan aksi-aksi pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.

Untuk melakukan percepatan, Pemprov mengajukan sejumlah usulan program kepada pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

Antara lain, perubahan kawasan Beroangin di Polman menjadi areal transmigrasi dengan harapan Sulbar punya wewenang penuh mengatur pemanfaatan lahan Beroangin yang saat ini statusnya masih kawasan hutan produksi terbatas. Termasuk menjadikannya daerah pusat peternakan penyedia bibit sapi unggulan.

Permintaan ini diutarakan Pemprov Sulbar melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan transmigrasi di Jakarta, awal pekan ini.

Selain itu, Pemprov juga melakukan lobi untuk beberapa agenda peningkatan ekonomi lainnya, melalui Kementerian Pertanian (Kementan).

Diantaranya; Kebutuhan benih jagung dan kedelai; program peremajaan kelapa dalam; program peremajaan tanaman Kakao; Serta dukungan alat-alat berat dan Alsiatan untuk Pertanian Sulbar.

Terkait perkembangan pertanian daerah, Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mendongkrak sektor pertanian.

Utamanya dalam meningkatkan akselerasi ekspor dari Bumi Malaqbi. Kata dia, Badan Karantina Pertanian bisa membantu menghubungkan dengan pasar.

“Kondisi ekonomi sehat, investasi harus banyak, ekspor harus gede. Mari kita pacu ekspor komoditas pertanian, sebanyak tiga kali lipat ekspor,” jelasnya dalam keterangan resmi Pemprov Sulbar.

Agus menyebutkan, capian ekspor Sulbar selama 2021 mencapai 2,56 triliun yang didominasi CPO minyak sawit.

Menurut dia, masih banyak potensi ekspor komoditas lain yang dapat dikembangan. Olehnya, perlu sinergitas mencari solusi bersama agar hasil ekspor seluruhnya tercatat berasal dari Sulbar.

Senin 6 September, Gubernur Sulbar dan rombongan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di Jakarta

Pertemuan itu berkaitan dengan arah kebijakan pembangunan di sektor pertanian yang menjadi sektor unggulan provinsi ke 33 ini.

Gubernur mengaku mendapatkan respon baik dari pihak Kementan yang mendorong agar Sulbar fokus pada komoditas pertanian potensial.

Sebab jika terlalu banyak mengelola komoditas pertanian, namun tidak tuntas, hanya bisa mendatangkan kerugian.

“Kementerian pertanian sendiri sudah melihat yang bisa dikembangkan di Sulbar, fokus Pertanian, Perkebunan dan Peternakan,” sebut Ali Baal.

Dijelaskan bahwa Sulbar masih bisa mengembangkan peternakan sapi dan kambing. Sementara bidang perkebunan dan pertanian fokus pada kopi dan kakao, serta pengelolaan beras, jagung dan kedelai.

Untuk menjalankan itu, tentunya memerlukan kesiapan SDM dan sarana dan prasarana penunjang lainnya.

“Dan lebih bagus lagi jika melibatkan masyarakat untuk mengelola itu,” kata gubernur. (idr/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *