Beroperasi Sampai Dinihari, Big Cafe Menuai Sorotan

  • Whatsapp
Beroperasi Sampai Dinihari, Big Cafe Menuai Sorotan

POLMAN, SULBAREXPRESS.CO.ID— Big Cafe dan Resto yang berada di Jalan poros. Andi Depu Kelurahan Takatidung Kabupaten Polewali Mandar, menuai sorotan.

Pasalnya, cafe dan resto yang terbilang megah tersebut beroperasi sampai Pukul 03.00 Wita dinihari, para pengunjung cafe mayoritas dinilai melanggar prosedur protokol kesehatan (Protkes). Tidak menerapkan protokol jaga jarak, dan pengunjung tak memakai masker.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejak pagi hingga pukul 21.00 Wita, cafe tersebut hanya menjual makanan dan minuman. Namun pengelola cafe mulai menjual minuman keras (Miras) golongan A di atas pukul 21.00 Wita hingga pukul 02.00 Wita..

Ketika sudah di dalam ruangan, hHingar bingar suara musik yang disiapkan pengelola cafe membuat badan seakan bergetar, para pengunjung pria dan wanita mulai berjoget mengikuti irama lagu yang menghentak, sebagian pengunjung pun tampak asyik.

Tim Satgas Penanganan Covid Polman, Bidang Perubahan Perilaku, Andi Afandi Rahman menyayangkan sikap pengelola Big Cafe dan Resto bila membiarkan pengunjung cafe tidak mematuhi protokol kesehatan.
Apalagi, Kabupaten Polman masuk dalam zona kuning Covid-19.
“Saya pernah dengar Big Cafe itu pernah di polemikkan di DPRD, sampai sekarang saya belum tahu hasilnya. karena belum ada kan tindak lanjutnya kemarin,” terangnya, saat dikonfirmasi via telpon Minggu 12 September 2021.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Polman ini berjanji akan membahas pelanggaran Protkes Big Cafe ke Tim Satgas Covid. Hal itu berdasarkan surat edaran Bupati Polman bahwa tidak boleh ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan selama PPKM Level 3.

“Nanti saya lempar ke tim, seperti apa kita sikapi. Apalagi kan kita sesuaikan instruksi Mendagri yang baru turun kemarin, terkait PPKM. Terlebih Polman masuk dalam kategori PPKM level 3,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga Polman yang enggan namanya disebutkan berharap adanya intervensi Pemda menghentikan penjualan miras di Big Cafe, hal itu lantaran Polman memiliki peraturan daerah (Perda) yang melarang penjualan miras. “Buat apa ada perda yang mengatur pelarangan penjualan miras, kalau miras masih dijual bebas,” sebutnya,

Dikonfirmasi terpisah, Owner Big Cafe dan Resto, Rian menyebut cafe yang belum genap setahun dikelolanya itu beroperasi hingga pukul 02.00 Wita. “Jam 9 malam kita mulai jual minuman sampai jam 2 malam, karena penerimaan tamu itu batasnya sampai jam 2 malam,” sebutnya.

Kendati demikian, terkait penerapan Prokes bagi pengunjung, dirinya berharap ada perlakuan adil bagi pihaknya. “Kalau macam Prokes iya semua. Bukan kami saja, di cafe-cafe lain juga gak Prokes,” ujar Rian.
Rian mengaku usaha cafenya telah mengantongi ijin penjualan minuman keras dari Kementerian Perdagangan sejak empat bulan lalu.

“Kalau mau ditelusuri ijin kementerian sama Perda mana yang lebih tinggi? Kalau memang ada tidak sinkronnya kementerian sama Pemda, harusnya kan dari Pemdanya sendiri konfirmasi ke tingkat lebih tinggi kenapa bisa sampai portalnya kementerian bisa kasih keluar ijin,” paparnya..
Menurut dia, miras yang dijual di Big Cafe hanya merek Bir saja, yang sesuai golongan A, dengan kadar alkohol 0 sampai 5 persen.

Ia menambahkan bila ada pengunjung yang membawa masuk miras ke dalam Big cafe masuk ke dalam maka akan disita oleh petugas keamanan.
“Di depan sudah dijaga ketat petugas, kalau untuk jam operasional itu dari Polres,” pungkas Rian. (ali/chm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *